Seruu Radio   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Games   Bursa   GaulSeruu Hari ini: Jumat, 18 Mei 2012 19:02

Berita Lainnya

Peter Tosh Sang Legenda Dewa Gitar dari Jamaika (1)

Rabu, 25 Januari 2012 - 08:00 · Topik: profil-reggae-internasional-peter-tosh
Peter Tosh -dedica.la

seruu.com – Keinginannya untuk mendalami seni musik terus berkembang, hingga ia bertemu dengan dua orang teman kecilnya (Bob Marley dan Bunny Livingston) dan kemudian mulai belajar bernyanyi dan gitar bersama pada Joe Higgs yang merupakan salah seorang musisi yang cukup terpandang pada saat itu di kota Trenchtown, Jamaika. Keinginannya ini tidak menghentikan langkahnya untuk menjadi salah satu gitaris paling mahir diseluruh pulau Jamaika.

 

 

Peter Tosh yang terlahir dengan nama Winston Hubert McIntosh, pada 19 Oktober 1944. Merupakan salah seorang musisi Reggae Jamaika dan ia juga merupakan salah satu pendiri dari band The Teenagers yang kemudian menjadi The Wailing Rudeboys, kemudian The Wailing Wailers dan kemudian menjadi The Wailers. Ia terlahir di Petersfield Jamaika, sejak kecil Winston dibesarkan oleh bibinya dengan bakat musik yang besar. Ketertarikannya terhadap musik dimulai dari mendengarkan lagu-lagu yang sering didengarnya dari beberapa stasiun radio Amerika, salah satunya New Orleans yang sering sekali mereka dengarkan. Stasiun radio tersebut menyiarkan lagu-lagu terbaru dengan artis seperti Ray Charles, Fats Domino, Curtis Mayfield dan Brook Benton dan juga sangat memperhatikan salah satu kelompok vokal kulit hitam seperti Drifters yang pada saat itu sangat populer di Jamaika.

 

Ketika kemudian ditanya apakah ia ingat pertama kali ia belajar bermain gitar, instrumen yang kemudian membuatnya menjadi terkenal, Tosh mengatakan,"Aku hanya satu kali melihat ibuku bermain gitar dan ia memainkan gitarnya dengan baik, itu membuat saya begitu tertarik dengan alat musik gitar”. “Saat itu saya bisa terduduk di depannya selama sekitar setengah hari, walaupun ia hanya memainkan satu buah lagu”. “Dalam setengah hari itu, dia telah menghipnotis saya”. “Hingga mata saya tidak berkedip dengan segala yang telah dilakukan dengan jari-jarinya, aku langsung mengambil gitar dan memainkan lagu yang baru saja ia mainkan”. “Dan ketika itu aku memintanya untuk mengajarkan aku, itu pertama dan terakhir yang bisa aku ceritakan tentang dia" (Stepping Razor, hal 143). (A.H Khalidi) .. Bersambung  

Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Diskusikan pendapat Anda dan berinteraksi dengan pembaca lain di Komunitas GaulSeruu
Segera bergabung dan manfaatkan seluruh fasilitas yang gaul dan canggih gratis disini

Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
      
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8