Berita Lainnya
Film 'Lewat Djam Malam' Karya Usmar Ismail Diputar di Cannes Classic, Festival Film Cannes 2012
Seruu.com - "Lewat Djam Malam" karya bapak sinema Indonesia, Usmar Ismail, membuka program film klasik Festival Film Cannes 2012 di Cannes, Prancis, Kamis sore, 17 Mei 2012. Ini merupakan pemutaran perdana untuk film buatan 1954 itu dalam versi restorasi digital. Selengkapnya
Apakah Film Soegija Juga Jadi Sasaran Protes FPI?
Seruu.com - Media hiburan seperti konser, film, musik, dan pertunjukan lainnya memang tak jarang dikritisi oleh masyarakat dengan menggunakan pisau bedah bernama 'agama'. Hal tersebut wajar bila media hiburan yang dimaksud dengan sengaja mengangkat tema agama sebagai isi karyanya. Maka tak jarang hal ini sering menuai protes keras dari pihak-pihak yang terlalu 'agamais'. Selengkapnya
Ray Sahetapy Nilai 'Dilema' Sebagai Film Yang Mampu Membongkar Penyakit Masyarakat
Jakarta, Seruu.com - Terlibat main dalam baru film bergenre drama, 'Dilema', diakui aktor senior Ray Sahetapy sebagai kesempatan yang sangat membanggakan. Terlebih Ray menilai, bahwa film perdana yang diproduseri oleh Wulan Guritno tersebut merupakan sebuah film yang cukup berani membongkar serta mengupas sisi hitam dan putih yang ada dalam dunia polisi, organisasi masyarakat dan lainnya yang ada dalam bangsa kita.
"Saat saya ditawari main, saya tidak mempunyai alasan kuat untuk menolak tawaran ini. Karena ketika saya membaca skenario film ini, saya melihat anak-anak muda ini berani membongkar penyakit yang ada pada bangsa kita seperti suap-menyuap, menggunakan nama TUhan dengan semena-mena, narkoba, perjudian dan lain-lain," ungkap Ray Sahetapi saat jumpa pers Film 'Dilema' di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan (16/02/2012).
Lebih lanjut Ray berharap, semoga kehadiran film tersebut mampu mengingatkan dan merangsang pemerintah serta masyarakat agar segera berbenah diri untuk menjadi bangsa yang lebih baik lagi.
"Mudahan-mudahan film ini mengingatkan dan merangsang para pemimpin basngsa, bahwa kita ini sedang sakit. Dan saya berharap, dengan adanya film ini pemerintah dan masyarakat bisa segera mencari formula untuk menyembuhkan penyakit-penyakit ini," harapnya.
Selain itu, Ray juga menilai bahwa kehadiran Wulan dan Adilla Dimitri yang tak lain adalah suami Wulan sebagai produser muda di dunia per-filman adalah jembatan yang berhasil menggabungkan aktor-aktor lintas generasi. Karena seperti diketahui, dalam film tersebut banyak aktor muda dan aktor senior yang terlibat seperti dirinya sendiri, Roy Marten, Tio Pakusadewo, Reza Rahadian, Baim Wong, Lukman Sardi dan lainnya.
"Ini seperti mengembalikan silaturahmi antara pemain lama dengan pemain baru yang selama ini terkotak-kotak. Adila harus menjaga silaturahmi ini semua," kata Ray. [pul]
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






