Berita Lainnya
Film 'Lewat Djam Malam' Karya Usmar Ismail Diputar di Cannes Classic, Festival Film Cannes 2012
Seruu.com - "Lewat Djam Malam" karya bapak sinema Indonesia, Usmar Ismail, membuka program film klasik Festival Film Cannes 2012 di Cannes, Prancis, Kamis sore, 17 Mei 2012. Ini merupakan pemutaran perdana untuk film buatan 1954 itu dalam versi restorasi digital. Selengkapnya
Apakah Film Soegija Juga Jadi Sasaran Protes FPI?
Seruu.com - Media hiburan seperti konser, film, musik, dan pertunjukan lainnya memang tak jarang dikritisi oleh masyarakat dengan menggunakan pisau bedah bernama 'agama'. Hal tersebut wajar bila media hiburan yang dimaksud dengan sengaja mengangkat tema agama sebagai isi karyanya. Maka tak jarang hal ini sering menuai protes keras dari pihak-pihak yang terlalu 'agamais'. Selengkapnya
Saksikan 'Born To Be Wild', Presiden di dampingi Ibu Negara
Jakarta, Seruu.Com - Presiden Susilo Yudhoyono dan istrinya, Ani Yudhoyono, duduk dalam barisan kursi di Teater IMAX Taman Mini Indonesia Indah, Senin malam (20/2). Bersama sejumlah pejabat negara lain, mereka berdua menyaksikan film dokumenter berjudul Born to be Wild.
Film itu berkisah upaya penyelamatan orangutan (Pongo pygmaeus) dan gajah sumatera (Elephas maximus). Kedua hewan liar ini dilindungi negara, namun laiknya satwa langka lain, mereka berdua juga korban pengrusakan habitat alami dan perburuan liar plus perdagangan satwa langka.
Born To Be Wild diprakarsai Kementerian Kehutanan, KBRI Washington, Orangutan Foundation Indonesia, dan Eka Tjipta Foundation. Yang cukup hebat, film dengan suara narasi aktor papan atas Hollywood, Morgan Freeman, diputar di seluruh jaringan IMAX di seluruh dunia.
Film berdurasi lebih kurang 40 menit itu, menurut Menteri Kehutanan, Zulkifli Hassan, dalam sambutannya berkisah upaya penyelamatan orangutan dan gajah; satwa-satwa langka dilindungi.
"Ini meceritakan konservasi orangutan di Kalimantan Tengah. Film yang mengisahkan rasa cinta yang melampaui sekat-sekat yang ada," katanya.
Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, mengatakan, Born To Be Wild dapat menjadi film abadi yang menularkan kepedulian terhadap kelangsungan orangutan pada masa depan.
"Film ini jujur konstruktif. Tidak menyalahkan siapa-siapa tapi mengajak kita peduli," katanya.
Born to be Wild 3D satu film tentang kisah cinta yang menginspirasi, dedikasi, dan ikatan kuat antara manusia dengan satwa.
Film tersebut berkisah tentang orangutan dan gajah yatim piatu serta orang-orang hebat yang menyelamatkan dan merawat mereka.
Melalui film itu para penonton dapat menyaksikan secara nyata sekaligus dramatis bagaimana upaya pelestarian satwa langka adalah hal yang berliku, membutuhkan determinasi, dan kesabaran. [ant]
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






