Seruu Radio   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Games   Bursa   GaulSeruu Hari ini: Jumat, 18 Mei 2012 20:41

Berita Lainnya

Girlly Hadirkan Nuansa Musik Reggae Yang Berbeda
Senin, 14 Mei 2012 - 22:15

Seruu.com - Dunia musik Reggae dilengkapi dengan kehadiran empat wanita cantik yang tergabung dalam girlband Girlly. Mereka sudah merilis single pertama, 'Angkat Telponku' dan menjadi single andalan mereka. Selengkapnya

Jok Joker Suguhkan Musik Reggae Yang 'Hancur' Tapi Menarik!
Jumat, 11 Mei 2012 - 16:44

Seruu.com - Dunia permusikkan reggae kembali kedatangan pemusik reggae baru, yang menamakan dirinya yaitu Jok Joker. Penyanyi ini menyuguhkan karakteristik musik yang khas, tidak seperti musik reggae biasanya. Seperti apa ya kira-kira? Selengkapnya

Musik Reggae Indonesia Bangkitkan Kembali Gairah Pemuda Pemudi di Indonesia

Rabu, 26 Oktober 2011 - 18:59 · Topik: artikel-reggae-nusantara
Album foto: Tony Q Rastafara dan MasAnies Saichu

Seruu.com - Musisi-musisi Reggae di Indonesia seakan menangkap maksud dari perjuangan para musisi Reggae di Jamaika. Hal ini diakibatkan oleh kondisi dan situasi di Indonesia yang bisa dikatakan telah koma saat ini dan hampir sama dengan yang terjadi di Jamaika pada era konflik di tahun 1962 hingga 20 tahun berikutnya saat itu.

Akan tetapi yang terjadi di Indonesia adalah berbentuk perbudakan gaya baru, yang merupakan akibat dari dipaksakannya sistem kapitalisme gaya baru yang seakan virus dalam kehidupan masyarakat di Indonesia yang pada kenyatannya tidak sesuai dengan perkembangan dan budaya yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat Indonesia. Dan juga begitu merajalelanya praktek-praktek korupsi serta pelanggaran-pelanggaran terhadap hukum yang dilakukan oleh para pejabat negara.

 

Bangkitkannya kembali jiwa nasionalisme lewat lagu-lagu Reggae yang bersemangat oleh musisi-musisi Reggae di Indonesia, menjadi udara segar terhadap perkembangan pemikiran generasi muda Indonesia. Hal ini tertuangkan di dalam lirik-lirik lagu dari beberapa musisi Reggae Indonesia yang menyampaikan kenyataan yang terjadi di negeri kita tercinta ini.

 

Salah satunya karya dari Tony Q Rastafara yang berjudul Bunglon, “Merancang strategi untuk tetap korupsi, aksi nepotisme pertahankan kolusi. Semangat reformasi bagi bunglon cuma basa-basi. Bunglon, selalu berubah warnanya, bunglon, mengikuti warna tempatnya, bunglon, selalu berubah warna, bunglon, mengikuti warna tempatnya”.

Dan ada pula karya-karya musisi Reggae Indonesia yang membangkitkan kembali semangat dari makna Bhineka Tunggal Ika, seperti lirik karya dari musisi Reggae Indonesia yaitu Mas Anies Saichu,”Hey, hey, hey, suku suku bersatu. Hey, hey, hey, kita ini satu bangsa. Hey, hey, hey, suku suku bersatu. Hey, hey, hey, mari ciptakan Indonesia laksana surga”.

 

Jelas sekali bahwa ada persamaan yang mendasar dalam karya-karya dan penyampaian dalam bentuk lirik pada lagu-lagu Reggae baik di Jamaika maupun di Indonesia. Pada lirik-lirik lagu dengan musik Reggae, penyampaian tentang perjuangan, persatuan, kritik sosial dan lainnya disesuaikan dengan sejarah ataupun dari mana tanah lahirnya karya tersebut berasal. Namun terkadang pemaknaan tersebut menjadi luntur dikarenakan terbentur dengan sistem industri musik, yang memang lebih mengutamakan daya beli pasar. Dan ini yang menjadikan beberapa karya menjadi terdengar mendayu-dayu ataupun lemah. Bila hal ini menjadi tidak terbendung, maka para musisi Reggae Indonesia sudah seharusnya kembali meluruskan makna dari Reggae Indonesia! Di mana berkarya dan juga berjuang untuk tanah air tercinta ini harus dilakukan pada saat yang bersamaan, bukan menjadi melemah ataupun mengendur dikarenakan popularitas dan kekayaan yang menjadi tujuan atau bahkan telah dimiliki.

 

Yang pasti Reggae tidak mengajarkan seseorang untuk selalu berkeluh kesah dalam kesulitan, akan tetapi harus bangkit dan berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan dan kebebasan dalam menyampaikan dan mewujudkan pendapat-pendapatnya lewat karya-karya untuk semakin memperbaiki negeri ini yang telah bobrok dan Reggae bukan musiknya orang-orang munafik yang bertahan dengan lirik-lirik yang menjual tetapi tidak pernah sesuai dengan kehidupan si pembuat karyanya. [a.h.khalidi]

Rating artikel: icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full (7 rates)
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Diskusikan pendapat Anda dan berinteraksi dengan pembaca lain di Komunitas GaulSeruu
Segera bergabung dan manfaatkan seluruh fasilitas yang gaul dan canggih gratis disini

Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
      
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8