Seruu Radio   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Games   Bursa   GaulSeruu Hari ini: Jumat, 18 Mei 2012 20:49

Berita Lainnya

Girlly Hadirkan Nuansa Musik Reggae Yang Berbeda
Senin, 14 Mei 2012 - 22:15

Seruu.com - Dunia musik Reggae dilengkapi dengan kehadiran empat wanita cantik yang tergabung dalam girlband Girlly. Mereka sudah merilis single pertama, 'Angkat Telponku' dan menjadi single andalan mereka. Selengkapnya

Jok Joker Suguhkan Musik Reggae Yang 'Hancur' Tapi Menarik!
Jumat, 11 Mei 2012 - 16:44

Seruu.com - Dunia permusikkan reggae kembali kedatangan pemusik reggae baru, yang menamakan dirinya yaitu Jok Joker. Penyanyi ini menyuguhkan karakteristik musik yang khas, tidak seperti musik reggae biasanya. Seperti apa ya kira-kira? Selengkapnya

Saat Reggaeman Bersatu Menuntut Perubahan di Negerinya

Rabu, 26 Oktober 2011 - 16:06 · Topik: profil-reggae-internasional-peter-tosh
Album foto: Profil Reggae (Internasional)

Seruu.com - Pada saat Reggaeman bersatu untuk terselenggarannya pagelaran acara musik One Love Peace Concert pada 22 April 1978 di National Stadium, Kingston, Jamaika sedang mengalami perang sipil. Kota Kingston saat itu sedang menjadi sebuah pemandangan yang tepat untuk melihat pertempuran antar saudara.

Kejadian tersebut di picu oleh terjadinya konflik antara Perdana Menteri Michael Manley dari Partai Rakyat Nasional dengan Edward Seaga dari Partai Buruh Jamaika.

Even ini diadakan oleh para musisi Jamaika yang berharap dapat menyampaikan pesan-pesan mereka agar terciptanya kedamaian dan terselesaikannya konflik berkepanjangan yang sangat mengganggu kehidupan masyarakat Jamaika.

Di atas panggung One Love Peace Concert, Tosh mengatakan,"Aku senang semua ada di sini, Perdana Menteri, pihak oposisi dan anggota parlemen”. “Kita tidak bisa membuat bajak laut dan teman-temannya datang ke sini begitu saja dan merampok sumber daya alam milik rakyat negeri ini”.”Karena itu, mereka yang telah melakukan pertumpahan darah dalam waktu yang lama harus bertanggung jawab untuk menyelesaikannya”. “Saya bukan penguasa, tetapi saya menderita dan merasakan konsekuensinya”. (Steffens, The Peter Tosh Biografi, hal. 48).

Selain Peter Tosh dan Bob Marley and The Wailers, acara ini juga diisi oleh Althea and Donna, Dennis Brown, Culture, Dillinger, The Meditation, Jacob Miller, Inner Circle, Young Youth dan lainnya, yang juga mendukug dan meyuarakan tentang perdamaian untuk Jamaika. (googlebook/a.h.khalidi)

Rating artikel: icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full (5 rates)
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Diskusikan pendapat Anda dan berinteraksi dengan pembaca lain di Komunitas GaulSeruu
Segera bergabung dan manfaatkan seluruh fasilitas yang gaul dan canggih gratis disini

Lihat 1 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

avatar
musashi el rahman
Rabu, 26 Oktober 2011 - 17:12
muantabbbbb....!!!!!
Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
      
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8