Berita Lainnya
TB Hasanuddin : Soal Video Porno Tunggu BK, Siapa Yang Salah Diberi Sangsi
Jakarta, Seruu.com - Badan Kehormatan (BK) DPR sudah mulai menyelidiki kasus video porno yang diduga diperankan Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP, Karolin Margret Natasha. PDIP menunggu hasil penyelidikan BK untuk mengambil tindakan. Selengkapnya
BK DPR Masih Teliti Keaslian Video Porno
Jakarta, Seruu.com - Badan Kehormatan (BK) DPR RI mengaku masih mencari celah pelanggaran etika yang bisa ditindaklanjuti dalam kasus video porno anggota Dewan. Namun, untuk mengusut kasus tersebut BK mengaku tak mau gegabah. Selengkapnya
FITRA : SBY Jujur Saja, Darimana Biaya Pernikahan Ibas-Aliya? Harta Yang Dilaporkan Cuma 7 Miliar Lho
Jakarta, Seruu.com - Spekulasi biaya pernikahan Eddhy Baskoro Yudhoyono dan Siti Ruby Aliyah Hatta Rajasa terus menuai kontroversi, pasalnya nilainya terus membengkak dari perkiraan awal hasil analisa LSM Bendera yang hanya 12 Miliar rupiah menjadi 40 Miliar rupiah dari penelusuran media infotainment C&R yang beredar hari ini, Rabu (23/11/2011). Hal tersebut membuat para penggiat anti korupsi dan pengamat keuangan negara gerah, mereka meminta agar Presiden Susilo Bambang Yduhoyono dengan jujur menguraikan berapa angka yang dikeluarkan untuk menikahkan 'si bontot', Ibas dengan anak Menteri Koordinator Prekonomian tersebut.
Forum Indonesia untuk Trasparansi anggaran (FITRA) bahkan merasa curiga dengan asal-usul dari dana tersebut. Pasalnya kekayaan SBY dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang diberikan sebelum pilpres 2009 lalu hanya sebesar Rp 7 miliar.
“SBY harus menjawab pertanyaan rakyat Indonesia darimana mendapatkan uang untuk membuat perhelatan yang kabarnya mencapai Rp12 miliar rupiah (versi LSM Bendera). Padahal tercatat dalam LHKPN yang diberikannya pada 2009 kekayaan yang dimilikinya hanya Rp 7 miliar. SBY kan tidak mungkin menjual harta kekayaannya atau berhutang hanya untuk mengelar resepsi pernikahan putra bungsunya itu, ” ujar Uchok kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (23/11).
Terlebih menurutnya pihak Cikeas melalui Menteri Sekretaris Kabinet, Sudi Silalahi menegaskan bahwa biaya pernikahan itu tidak satupun menggunakan uang negara. “Kalau uang negara tidak digunakan, sementara uang SBY tidak cukup membuat perhelatan besar, paling tidak menurut data LHKPN, terus pakai uang siapa perhelatan itu digelar?,” ujar Uchok heran.
Dirinya pun mengkritik sikap Presiden SBY yang tidak konsisten, mengajurkan rakyat hidup sederhana dan negara melalui kementeriannya diminta untuk menghemat anggaran negara, tapi dirinya justru membuat perhelatan senilai miliaran rupiah ditengah kondisi bangsa seperti saat ini.
“Saya rasa kini masyarakat bertanya-tanya apa benar SBY kekayaannya cuma Rp 7 miliar? Saya rasa kini masyarakat pun tidak ada yang percaya dan sebaiknya SBY jujur saja berapa sebenarnya kekayaan yang dimilikinya. Masyarakat kini juga saya yakin ragu kalau SBY bisa hidup sederhana dan apakah perintahnya kepada masyarakat itu serius atau tidak. Jangan rakyat disuruh hidup sederhana sementara dia hidup mewah,” imbuhnya.
SBY pun menurutnya diminta untuk jujur dalam hidup. Berbohong adalah hal yang paling sulit dilakukan oleh pejabat publik, karena untuk berbohong dengan baik, diperlukan konsistensi dalam berbohong dan itu tidak bisa dilakukan oleh satu manusiapun.”Itulah kalau bertindak hanya untuk pencitraan dan tidak apa adanya. Orang-orang tua dulu sudah mengatakan jangan berbohong karena kebohongan yang satu harus ditutupi dengan kebohongan lainnya. Kini saatnya jujur saja,” pungkasnya. [mus]




(4 rates)- 29/11/2011 06:30Versi Terbaru Biaya Nikah Ibas dan Aliya 'Cuma' 20 Miliar Saja
- 26/11/2011 22:55Puluhan Penjinak Bom 'Kondangan' di JCC
- 26/11/2011 19:59Jembatan Roboh Resepsi 'Pernikahan 40 Miliar' Ibas dan Aliya Jalan Terus
- 26/11/2011 18:29300an Personil Siap Amankan Resepsi Ibas-Aliya
- 26/11/2011 13:49Diperkirakan 3500 Undangan Akan Hadiri Resepsi Ibas dan Aliya di JCC
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






