Seruu Radio   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Games   Bursa   GaulSeruu Hari ini: Jumat, 18 Mei 2012 21:44

Berita Lainnya

Donna Summer Penyanyi Peraih Lima Grammy Award Meninggal Dunia
Jumat, 18 Mei 2012 - 11:26

Jakarta, Seruu.com -  Donna Summer, penyanyi yang telah meraih lima Grammy Award diantaranya Best R&B Vocal Performance dan Best Rock Vocal Perormance meninggal dunia dalam usia 63 tahun. Selengkapnya

Queen of Disco Donna Summer Meninggal Dunia
Jumat, 18 Mei 2012 - 09:27

Florida, Seruu.com - Donna Summer yang dikenal sebagai Queen of Disco atau Ratu Disko meninggal dunia pada Kamis (17/5/2012) waktu setempat di Naples, Florida, Amerika Serikat (AS). Dia meninggal dunia di usia 63 tahun. Selengkapnya

Pahlawan Tak Dikenal : Sardari, Diplomat Muslim Iran Yang Selamatkan Ribuan Yahudi Dari cengkeraman Nazi

Jumat, 23 Desember 2011 - 12:35

Seruu.com - Ribuan warga Yahudi Iran dan keturunan mereka berhutang budi kepada seorang diplomat Muslim pada masa perang di Prancis, menurut satu buku baru. Buku The Lion's Shadow (Bayang-bayang singa) mengangkat cerita Abdol-Hoosein Sardari yang mempertaruhkan hidupnya untuk membantu warga Iran Yahudi itu menyelamatkan diri dari Nazi.

Eliane Senahi Cohanim berusia tujuh tahun saat ia melarikan diri dari Prancis dengan keluarganya. Cohanim mengatakan ia masih ingat memegang bonekanya dan berpura-pura tidur pada saat kereta yang mereka tumpangi berhenti di pos pemeriksaan Nazi.

"Saya ingat saat kami melarikan diri, mereka menanyakan paspor saya dan saya ingat ayah saya akan menyerahkan paspor dan mereka akan memandangi kami. Menakutkan, sangat, sangat menakutkan," katanya.

Nyonya Cohanim dan keluarganya merupakan bagian dari komunitas kecil Yahudi Iran yang tinggal di seputar Paris. Ayahnya, George Senahi, adalah pedagang tekstil dan keluarganya tinggal di rumah besar di Montmorency, sekitar 25 km di utara ibukota Paris.

Saat Nazi menyerbu, keluarga Senahi berupaya melarikan diri ke Teheran, dan untuk sementara waktu bersembunyi di Prancis sebelum dipaksa kembali ke Paris yang saat itu telah dikuasai Gestapo.   "Saya masih ingat sikap mereka. Cara mereka jalan dengan bot hitam. Melihat mereka saja sudah menakutkan bagi seorang anak," kenang Nyonya Cohanim, yang berbicara dari rumahnya di Kalifornia, Amerika Serikat.

Abdol-Hossein Sardari memberikan paspor untuk keluarga Senahi agar dapat keluar dari dari kawasan Eropa yang diduduki Nazi. Perjalanan untuk melarikan diri ini sekitar satu bulan. "Di perbatasan, ayah saya selalu gemetar," katanya lagi.

Nyonya Cohanim yang berusia 78 tahun dan tinggal bersama suaminya Nasser Cohanim, menyadari betul siapa yang membantu mereka. "Saya ingat, ayah saya selalu mengatakan bahwa kami dapat menyelamatkan diri karena Sardari."

"Paman dan tante saya serta kakek nenek tinggal di Paris. Mereka selamat karena Sardari."

Ia mengatakan, "Saya rasa dia seperti Schindler pada saat itu karena membantu warga Yahudi di Paris."

Pahlawan tak dikenal

Jika publik mengena Oscar Schindler, orang Jerman yang menyelamatkan lebih dari 1.000 Yahudi selama Holocaust dengan mempekerjakan mereka di pabrik-pabrik. Namun tidak seperti Schindler yang dianggap pahlawan, Sardari nyaris tidak dikenal.

Penulis buku Lion's Shadow, Fariborz Mokhtari, menggambarkan Sardari, seorang bujangan yang tiba-tiba menjadi kepala misi diplomatik Iran pada awal Perang Dunia II. Iran secara resmi bersikap netral saat itu namun tetap mempertahankan hubungan dagang dengan Jerman.

Pengaturan seperti itu disenangi Hitler. Mesin propaganda Nazi menyatakan warga Iran adalah dekat dengan Jerman. Warga Yahudi Iran di Paris saat itu masih menghadapi intimidasi dan identitas mereka sering dibocorkan oleh informan.

Dalam sejumlah kasus, Gestapo diberitahu saat bayi Yahudi laki lahir dan disunat di rumah sakit.

Ibu-ibu bayi itu diperintahkan untuk melapor ke kantor urusan Yahudi untuk mendapatkan tanda khusus.
Pengorbanan hidup

Namun Sardari menggunakan pengaruhnya dan kontak di Jerman untuk mendapatkan perkecualian untuk lebih dari 2.000 warga Yahudi Iran dan menyatakan bahwa mereka tidak punya hubungan darah dengan warga Yahudi Eropa.

Ia juga dapat membantu banyak warga Iran lain termasuk komunitas Yahudi, kembali ke Teheran dengan mengeluarkan paspor baru yang diperlukan untuk melintas Eropa.

Mokhtari berharap dengan mengangkat cerita itu, melalui kisah para korban selamat termasuk Cohanim, ia akan mengangkat "kesalahpahman" tentang Iran dan rakyat Iran.

"Kisah ini adalah seorang warga Muslim Iran yang mengambil risiko hidupnya, karirnya, kekayaannya, dan semuanya, untuk membantu sesama warga Iran," katanya.

"Tidak ada perbedaan, saya Muslim dan dia Yahudi, atau apapun perbedaannya."

Ia mengatakan cerita itu menggambarkan kebudayaan Iran yang toleran dan sering diabaikan dalam situasi politik saat ini. [gendis]

Rating artikel: icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full (1 rates)
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Diskusikan pendapat Anda dan berinteraksi dengan pembaca lain di Komunitas GaulSeruu
Segera bergabung dan manfaatkan seluruh fasilitas yang gaul dan canggih gratis disini

Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
      
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8