Video: Poltak Sitanggang Bicara Soal Mafia Migas

Video source: www.seruu.com

Seruu.com - Pemberantasan mafia di sektor migas menjadi salah satu agenda prioritas di bawah kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Kendati sudah menjadi rahasia umum, namun sulit untuk membuktikan karena praktik mafia ini ibarat operasi intelijen, bekerja secara sistematis dan sulit dibasmi.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia Poltak Sitanggang, mengatakan, mafia migas yang merugikan negara selama bertahun-tahun bergerak sistematis. Menurut salah satu kandidat Menteri ESDM ini, tidak adanya kemauan dari Pemerintah sejak dulu untuk melacak para mafia tersebut.

Berikut wawancara Poltak Sitanggang terkait soal Mafia Migas kepada Seruu.com.

Mengapa Ada Mafia Migas?

Kalau kita runut, Indonesia itu sejak zaman Belanda sudah memproduksi Minyak, dan Minyak kita sangat kaya. Tahun 70-an, kita sudah memproduksi 1,8 juta barrel per hari. Pada saat itu konsumsi nasional kita masih 600 barrel per hari. Artinya, ada sisa sekitar 1,2 juta barrel yang bisa kita jual, yang berkontribusi langsung terhadap APBN kita.

Kalau kita lihat sekarang, produksi minyak kita itu sekitar 700-800 barrel per hari, dengan konsumsi nasional kita 1,8 juta barrel per hari. Artinya, ada 1 juta barrel yang harus kita impor. Ini sumber persoalannya.

Pada saat kita bermigrasi dari Negara eksportir menjadi importir, itu banyak muncul pertanyaan 'mengapa demikian?'. Kalau kita lihat sekarang, banyak Ahli perminyakan kita yang mengatakan bahwa cadangan minyak kita tinggal sekitar 3,9 miliar barrel. Itu bukan angka kecil, walaupun kita akui itu juga bukan angka yang besar. Yang menjadi pertanyaan, seberapa besar kita melakukan eksplorasi, memvalidasi berapa sesungguhnya minyak kita? 3,9 ini dari berapa sumur? Kalau kita amati, sumur faktual yang ada sekarang itu sumur sejak zaman Belanda. Artinya, kita tidak secara intensif melakukan eksplorasi untuk melakukan validasi-valiadasi bahwa cadangan minyak kita lebih besar dari itu. Kenapa itu terjadi, karena ada dorongan untuk mendapatkan kenikmatan.

Kita hitung saja, kalau dari 1 juta barrel per hari, berarti ada 365 juta barrel per tahun yang harus kita impor. Indikasi yang kita lihat, Pertamina pada 70 fokus ke produksi, kemudian sekarang kita lihat dia fokus ke hilir, diimpor melalui Petral dan didistribusi. Itu suatu keanehan dan kejanggalan ke-2 yang harus kita cermati.

Yang ke-3, Singapura itu tidak punya ladang minyak, populasinya kecil, konsumsi minyaknya besar. Mengapa dia punya refinery yang besar, dan mampu mengekspor ke Indonesia? Kita yang mempunyai penduduk dan konsumsi BBM yang sangat besar, refinery kita itu tidak cukup untuk menutupi kebutuhan nasional kita, bahkan 800 barrel minyak yang kita produksi inipun tidak mampu kita olah sendiri untuk bisa dikonsumsi. Ini kan suatu keanehan ke-3.

Nah, sangat wajar kalau dikatakan Mafia itu bekerja secara sistemik, bukan hanya di Hilir, tapi juga di Hulu. Jadi, kalau ada statement- statement yang menyatakan bahwa minyak kita itu tinggal sedikit, Saya meragukan itu. Ini adalah asumsi yang diciptakan Mafia itu agar kita tetap bergantung kepada impor.


Bagaimana Menumpas Mafia Migas?

Menumpas Mafia Migas itu tidak sulit, tetapi juga tidak cukup hanya dengan pengetahuan tentang Migas itu sendiri, tidak cukup dengan pengetahuan tentang hal-hal teknis, tetapi juga harus dengan political will dan willingness dari kekuasan itu. Kenapa? Karena Mafia yang ada saat ini sangat erat dengan kekuasaan. Ini yang saya sampaikan bahwa Mafia Migas itu adalah Regulatornya sendiri, pembuat kebijakan itu sendiri, bekerjasama dengan praktisi- praktisi. Artinya, untuk menumpas Mafia itu dibutuhkan political will dan willingness dari kekuasan.

Pada saat itu dilakukan, Departemen teknis akan dengan mudah melakukan mapping, kemudian identifikasi dengan melakukan auidt investigatif dari Hulu sampai Hilir. Dibubarkan saja Petral sebagai tahap pertama, pembelian minyak bisa Government to Government (G to G).

Itu sudah bisa memotong. Tapi tidak cukup sampai di situ, karena Mafia ini juga sangat menyedot uang Rakyat dari Hulu, di eksplorasi. Kita sikat di situ. Kemudian kita masuk ke prosesing dengan membangun kilang-kilang yang selama ini mereka katakan tidak layak itu, setidaknya untuk mencukupi kebutuhan nasional kita. Jadi, kalau kebutuhan nasional kita 1,8 juta barrel per hari kita proyeksikan sampai 5 tahun, setidaknya kita mempunyai kilang yang mampu memproduksi sampai 2,5 juta barrel per hari.

Maka, siapapun yang duduk di ESDM, itu tidak cukup hanya mempunyai kemampuan teknis dan pengetahun mengenai migas itu sendiri, tetapi juga harus punya keberanian, keberanian untuk tidak populis, keberanian untuk menjadi musuh bersama, dan keberanian untuk difitnah dan sebagainya. Kita tidak bekerja di ruang hampa. 11 triliun per tahun tanpa melakukan appaun, itu minimum yang didapatkan mafia itu dari industri ini. Pada saat mereka kehilangan itu, mereka akan melakukan segala cara untuk melawan.

Nah, seperti mereka, kita juga harus melakukan segala cara untuk menghabisi mereka.

Tags:

Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar