Berita Lainnya
Ibunda Hidayat Nur Wahid Berpulang
Senin, 21 Mei 2012 - 22:24
Jakarta, Seruu.Com - Ibunda calon gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid meninggal dunia Senin, (21/5/2012) pukul 05.00. Menurut mantan presiden PKS itu, orang tuanya meninggal sekira pukul 03.00 WIB dini hari tadi. Selengkapnya
Tahun Ini Gaji PNS Naik 10 Persen, Honorer Tidak
Senin, 21 Mei 2012 - 21:47
Jakarta, Seruu.com - Pemerintah pusat menaikkan gaji pegawai negeri sipil (PNS), TNI, dan Polri rata-rata 10 persen pada tahun ini. "Meski demikian, hal itu tidak berdampak pada gaji pegawai honorer di Jakarta," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Sukri Bey, di Balai Kota DKI, Senin (21/5/2012). Selengkapnya
Tingkat Kerusakan Daerah Aliran Sungai Sumba Capai 50 Persen
Jumat, 18 Mei 2012 - 16:16 Seksi: Indonesiana
Kupang, Seruu.com - Tingkat kerusakan daerah aliran sungai (DAS) di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, berdasarkan hasil penelitian Wahana Lingkungan Hidup Indonesia mencapai 50 persen dari total 12 DAS utama di wilayah itu.
Baca selanjutnya
Pada Tahun 2013, Bukittinggi Targetkan Tidak Lagi Buang Sampah ke Dasar Ngarai
Kamis, 10 Mei 2012 - 10:15
Bukittinggi, Seruu.com - Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menargetkan pada tahun 2013 tidak lagi membuang sampah ke dasar Ngarai di daerah Panorama Baru.
Selanjutnya
Ribuan Hektare Lahan Produktif Bali Dialihfungsikan Untuk Kepentingan Pariwisata
Minggu, 6 Mei 2012 - 10:40
Singaraja, Bali, Seruu.com - Anggota Komisi VII DPR mengeluarkan sinyalemen: ribuan hektare lahan prooduktif Bali dialihfungsikan untuk kepentingan pariwisata. Yang ironis, masyarakat miskin pemilik lahan tidak menikmati hasil.
Selanjutnya
Perubahan Iklim Global Ancam NTT
Minggu, 6 Mei 2012 - 07:07
Kupang, Seruu.com - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Nusa Tenggara Timur Herry Naif, mengatakan hasil studi pengelolaan sumber daya alam yang adaptif dengan perubahan iklim di enam kabupaten di NTT, menyebutkan perubahan iklim global ancam daerah ini.
Selanjutnya
LIPI Menilai Kegiatan Eskploitasi Hasil Bumi Sebabkan Pemanasan Global
Senin, 30 April 2012 - 12:54
Jakarta, Seruu.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai kegiatan eskploitasi hasil bumi secara besar-besaran dan tidak terkendali bisa menyebabkan perusakan dan berdampak pada pemanasan global.
Selanjutnya
Menhut Menilai Bahwa Meluapnya Danau Buyan Akibatkan Pendangkalan
Minggu, 29 April 2012 - 13:43
Singaraja, Seruu.com - Menteri Kehutanan (Menhut), Zulkifli Hasan, menilai bahwa meluapnya Danau Buyan di Kabupaten Buleleng, Bali, diakibatkan pendangkalan dasar danau.
Selanjutnya
Wow Hutan Kalimantan Terancam Habis
Sabtu, 21 April 2012 - 20:17
Seruu.com - Diperkirakan pada 2040 hingga 2050 kekayaan tambang dan kayu di pulau Kalimantan akan habis, karena maraknya eksploitasi secara besar-besaran yang terjadi di kawasan ini. Hal tersebut diungkapkan Widodo Sambodo dari Kementrian Lingkungan Hidup pada Seminar Nasional Pendidikan berbasis Lingkungan dalam rangka peringatan Hari Bumi 22 April 2012 di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Sabtu (21/4/2012).
Selanjutnya
Tips Seruu Menyambut "Hari Bumi"
Kamis, 19 April 2012 - 10:10
Seruu.com - Dengan meningkatnya kesadaran kita terhadap lingkungan hidup, maka makin banyak pula orang yang tahu mengenai Hari Bumi atau ‘Earth Day’ yang diperingati setiap tanggal 22 April ini. Banyak hal bisa kita lakukan untuk ‘menyelamatkan’ Bumi kita tercinta ini. Sekecil apa pun itu, pasti bermanfaat bagi lingkungan. Walaupun nanti Hari Bumi sudah lewat, tetaplah disiplin dan berkomitmen untuk melakukan perubahan bagi lingkungan.
Selanjutnya
Menteri LH Tegaskan Limbah B3 Asal Belanda Harus Segera di Pulangkan
Kamis, 19 April 2012 - 07:24
Jakarta, Seruu.Com - Menteri Lingkungan Hidup Baltashar Kambuaya menegaskan 24 kontainer berisi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) asal Belanda yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok pada Januari lalu, harus segera dipulangkan (reekspor).
Selanjutnya
Puluhan Kontainer Limbah Beracun Dikembalikan ke Inggris Dari Tanjung Priok
Selasa, 17 April 2012 - 14:21
Jakarta, Seruu.com - Sebanyak 89 kontainer berisi limbah bahan berbahaya dan beracun asal Inggris yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok pada Januari lalu sudah dikembalikan ke negara asal. "Kontainer berisi limbah B3 berasal dari Inggris sudah direekspor," kata Deputi Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Sudariyono yang dihubungi di Jakarta, Selasa (17/4/2012).
Selanjutnya
Baca juga: