Seruu Radio   Seruu TV   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Senin, 20 Mei 2013 10:37

PRODUK TERBARU IKLAN BARIS

Penting, Panas, Perlu dan Seruu
Tempat terbaik untuk mencari hal-hal yang menarik adalah di Seruu.com, yaitu sebuah situs berita terkini yang memiliki kualitas terbaik dala..
Isi Ulang Refill Alat Pemadam Kebakaran BEKASI
CV. BINTANG TIMUR Perusahaan Swasta Nasional yang bergerak dibidang Produk Tabung Pemadam Api (APAR) SONICK-Fire Alat Pemadam Kebakaran dan ..
Daftar Harga - Jual tabung pemadam api murah - Bek..
CV. BINTANG TIMUR Perusahaan Swasta Nasional yang bergerak dibidang Produk Tabung Pemadam Api (APAR) SONICK-Fire Alat Pemadam Kebakaran dan ..

Berita Lainnya

Kemenangan Jokowi Masih Harus Dipastikan!
Sabtu, 22 September 2012 - 12:28

Jakarta, seruu.com - Fenomenal. Kata tersebut terucap dari semua pengamat dan politisi yang saat menanggapi hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei dalam pilkada DKI putaran kedua Kamis lalu. Selengkapnya

Memimpin Dari Balik Tabung Kaca
Selasa, 10 April 2012 - 13:30

Seruu.com - Apakah kenaikan harga BBM bisa menyejahterakan rakyat? Dengan menaikkan harga BBM, kata Presiden SBY, maka APBN bisa disehatkan dan anggarannya dapat dipergunakan untuk memajukan perekonomian nasional. Sedangkan warga miskin yang terkena dampak kenaikan harga BBM akan diberi dana kompensasi. Selengkapnya

Ending Drama "Cicak-Buaya" : Penetapan Anas Jadi Tersangka?

Selasa, 9 Oktober 2012 - 21:30 · Topik: kasus-hambalang

Jakarta, Seruu.com - Ending  atau akhir dari drama satu babak kisruh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri diperkirakan akan berakhir dramatis, yaitu penetapan Ketua Umum Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus Hambalang. Benarkah demikian, bagaimana mungkin? dan apa kaitannya?


Hal pertama yang diingat publik adalah belum 24 jam dari pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mendukung habis-habisan Komisi Pemberantasan Korupsi, maka Ketua KPK, Abraham Samad telah melontarkan pernyataan bombamtis, bahwa ada kejutan dalam penanganan kasus Hambalang. Kasus yang belakangan membuat Menteri Andi Malarangeng dan Anas Urbaningrum, keduanya petinggi Partai berkuasa, Partai Demokrat, harus berurusan dengan KPK.


“Untuk kasus Hambalang, Insya Allah mudah-mudahan akan ada yang mengejutkan kita semua,” kata Abraham di Jakarta, Selasa (9/10/2012) saat ditanya perkembangan kasus Hambalang.


Menurut Samad, KPK masih terus mendalami kasus mega korupsi yang melibatkan banyak elite partai tersebut. KPK tidak berhenti pada penetapan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Deddy Kusdinar sebagai tersangka.


“Kasus ini masih kita dalami terus dan pada akhirnya kalian akan bisa meng-update status ini dan mungkin yang ada dalam pikiran kalian akan terjadi. Sense kita semua sama dengan rakyat Indonesia terhadap kasus Hambalang. Nah, itulah yang akan kita lakukan,” ujar Abraham.


Lebih mengkerucut, Abraham juga mengatakan kalau penetapan tersangka baru Hambalang tinggal menghitung hari. Penyelidik KPK, katanya, terus mendalami data dan petunjuk yang diperoleh terkait Hambalang.


Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas beberapa hari lalu mengatakan, KPK menemukan petunjuk yang mengarah pada dugaan keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dalam kasus Hambalang. KPK tengah merangkai petunjuk-petunjuk tersebut sehingga dapat dijadikan alat bukti untuk menjerat Anas.


“Jadi berdasarkan petunjuk-petunjuk atau pernyataan-pernyataan yang ada memang seperti itu. Tapi petunjuk belum bisa disimpulkan sebagai bukti, harus disaturangkaikan dengan bukti-bukti lain,” kata Busyro.


Saat ini, berdasarkan informasi yang beredar, salah satu bukti indikasi keterlibatan Anas dalam proyek tersebut adalah pembelian sebuah Toyota Harrier pada November 2009 di dealer mobil Duta Motor Pacenongan, Jakarta Pusat.  Mobil mewah B 15 AUD itu diduga dibelikan PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya karena telah memenangkan tender proyek Hambalang.


“Sudah kita ketahui ada sopir Anas dipanggil dan seterusnya. Jadi kita mengapresiasi setiap informasi atau petunjuk-petunjuk yang masuk kita kembangkan,” kata Busyro.  Dia juga mengatakan, KPK mungkin memanggil Anas dalam penyelidikan Hambalang jilid II ini jika memang keterangannya diperlukan.


Pidato SBY dan Drama Cicak - Buaya

Lalu apa kaitan hal tadi dengan drama singkat satu babak KPK-Polri yang lekat dalam ingatan kita pernah terjadi sebelumnya dan identik dengan sebutan "Cicak vs Buaya".


Pidato SBY yang mengelu-elukan KPK dan penuh dengan klaim bahwa posisi pemerintahannya teguh - kukuh berada dibalik pemberantasan korupsi lewat tangan KPK diprediksi menjadi sinyal pendorong bagi KPK agar berani menindak orang-orang yang sebelumnya diperkirakan dekat dengan lingkar kekuasaan.


Disisi lain ketidakharmonisan di dalam tubuh Partai Demokrat juga santer tercium dari luar, dimana posisi Ketua Umum Partai Anas Urbaningrum yang diperkirakan sudah tidak mesra lagi dengan Ketua Dewan Pembina Partai, Susilo Bambang Yudhoyono terus menguat.


Terakhir, penetapan Dede Yusuf, sebagai calon Gubernur Jawa Barat yang diusung oleh Partai berlambang mirip Mercy ini yang tidak melibatkan Anas kerap dikaitkan dengan memanasnya hubungan diantara dua petinggi Demokrat tersebut.


"Itu drama satu babak yang penuh dengan pencitraan, dimana konflik diciptakan untuk memunculkan SBY seorang sebagai pahlawan. Dan pidatonya malam tadi (Senin malam-red) layaknya pidato kemenangan yang disampaikan dengan penuh keangkuhan, bahwa dirinya (SBY -red) layaknya juru selamat yang dinantikan rakyat Indonesia," tutur aktivis 1998, Adian Napitupulu dalam pernyataanya pagi tadi, Selasa (09/10/2012).


Ia sendiri memperkirakan pasti ada maksud terselubung kenapa hal itu harus dilakukan dan didesain sedemikian rupa. "Pasti ada yang sedang direncanakan, kita akan lihat akhirnya dalam 1-2 hari ini, saya kira rakyat Indonesia sudah cerdas, bahwa ada asap maka pasti akan ada api, ada yang direncakan secara rapi oleh mereka, dan ujungnya hanya menguntungkan kekuasaan belaka," tandasnya.


Ia sendiri mengkritik KPK yang belakangan cenderung bermain-main dalam wilayah politis dan berlama-lama dalam menuntaskan berbagai kasus besar yang menghamburkan uang rakyat. "Saya kira kalau mereka (KPK) serius, maka Century sudah selesai, BLBI sudah kelar dan kasus semacam Hambalang, PLTS dan lain-lain yang selama hanya menjadi pelengkap saja jika dihitung dari tingkat kerugian dan dampak yang ditimbulkan. Tapi prioritas mereka ternyata berbeda," kritiknya.


Dan tidak ada akhir yang lebih dramatis dari sebuah pencitraan bahwa SBY adalah pembela KPK dan antikorupsi sejati selain sikap legowo yang diperkirakan akan ditunjukkannya ketika KPK menjadikan Ketua Umum Partai Demokrat sebagai tersangka.


Disisi lain hal ini akan mempengaruhi prasangka publik yang sudah kental terbentuk selama ini bahwa lingkar kekuasaan terlibat dalam skandal Century.

Apakah ending dari drama cicak-buaya ini akan berakhir dengan pemihakan KPK kepada SBY dan menjadikan Anas Urbaningrum sebagai pihak yang dikorbankan atau menjadi korban dalam permainan? Mungkin kita sebaiknya menunggu beberapa hari, atau bisa juga di Jumat Keramat ala KPK, dimana permainan akan diakhiri ditempat ia dimulai.


musyafaur rahman

Griya Wisata
Rating artikel: icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_full (1 rates)
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full

Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter Feed RSS Section Seruu.com

Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
Login Twitter Seruu.com    Login Facebook Seruu.com
Berita Seruu Lainnya close
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
Hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Musyafaur Rahman di 0821-117-297-75 · moses_elrahman@yahoo.com · Blackberry: 2821FC2A