Berita Lainnya
45 Jenazah Korban Sukhoi Akan Diserahterimakan Hari Rabu di Halim
Senin, 21 Mei 2012 - 06:22
Jakarta, Seruu.com - Mabes Polri menyatakan seluruh korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 baru dapat diserahkan kepada pihak keluarga pada hari Rabu 23 Mei mendatang. Sebab saat ini tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri masih membutuhkan waktu untuk merekonstruksi jenazah korban yang memang sudah tak utuh lagi. Selengkapnya
Sukhoi Tabrak Tebing Setelah Tembus Awan Cumulonimbus Setinggi 37.000 kaki
Minggu, 13 Mei 2012 - 08:54 Seksi: Investigasi
Jakarta, Seruu.Com - Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) menyatakan saat Sukhoi Superjet 100 menabrak tebing Gunung Salak tanggal 9 Mei pukul 14.33 WIB, gunung tersebut sedang diliputi awan Cumulonimbus menjulang setinggi 37.000 kaki (11,1 km).
Baca selanjutnya
Brigjend Musadeq : Mulai Hari Ini, Tim Forensik Rusia Bekerja dengan Tim Indonesia
Minggu, 13 Mei 2012 - 06:26
Jakarta, Seruu.com - Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri, Brigjen Polisi Musadeq Ishak mengatakan Tim Disaster Victim Identification(DVI) Indonesia akan bekerjasama dengan Tim DVI Rusia mulai besok pagi, Minggu (13/5/2012).
Selanjutnya
RS Polri Bantah Keluarga Tak Boleh Lihat Jenazah Korban Sukhoi
Minggu, 13 Mei 2012 - 06:14
Jakarta, Seruu.com - Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK I Raden Said Sukanto Polri, Dr Agus Prayitno angkat bicara dan membantah perihal proses serah terima jenazah korban tewas jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100 kepada pihak keluarga dilakukan dengan kondisi peti jenazah tertutup, dan tidak boleh dilihat oleh keluarga korban kecuali di rumah.
Selanjutnya
Diasuransikan, Pertamina Klaim Tidak Alami Kerugian Apapun Terkait Pembajakan Kapal Tanker
Sabtu, 12 Mei 2012 - 06:17
Jakarta, Seruu.com - Pembajakan tanker pembawa minyak milik PT Pertamina (persero) di perairan Somalia tidak merugikan perusahaan migas pelat merah tersebut. Pasalnya, 950 ribu barel minyak Azeri dari Azerbaizan yang dibawa kapal tersebut sudah diasuransikan.
Selanjutnya
Kepala Forensik RS Polri: Kondisi Jenazah Menentukan Proses Identifikasi
Sabtu, 12 Mei 2012 - 06:13
Jakarta, Seruu.com - Cepat lambatnya proses identifikasi korban tewas jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100 di tebing di Gunung Salak di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tergantung kondisi jenazah. Hal ini diungkapkan Triroso Adi Waluyo kepala forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Selanjutnya
Dua Posko Didirikan Sebagai Pusat Koordinasi Pencarian Pesawat Sukhoi
Kamis, 10 Mei 2012 - 07:14
Bogor, Seruu.Com - Dua pos komando (Posko), masing-masing satu di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi disiapkan untuk menjadi tempat koordinasi pencarian pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang dilaporkan hilang kontak saat demo penerbangan di atas Gunung Salak.
Selanjutnya
Berikut 45 Nama Penumpang Sukhoi Superjet 100
Kamis, 10 Mei 2012 - 07:05
Jakarta, Seruu.com - Hingga saat ini pihak-pihak yang berkompeten di Crisis Center hilangnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 di kawasan Gunung Salak di Bandara Halim Perdana Kusumah baik dari pejabat Basarnas, Komandan Pangkalan hingga pihak Sukhoi belum memberikan rilis resmi mengenai daftar nama penumpang yang berada di dalam pesawat. Sejauh ini jumlah pasti penumpang juga masih simpang siur, berpegang pada data Basarnas maka ada 46 penumpang yang terdiri dari 8 kru dan 38 orang penumpang dala pesawat tersebut.
Selanjutnya
Pagi Ini, Pencarian Sukhoi Melalui Udara Dilanjutkan
Kamis, 10 Mei 2012 - 06:23
Jakarta, Seruu.Com - Ketua Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya Daryatmo mengatakan pencarian pesawat Sukhoi Superjet 100 yang hilang kontak melalui udara akan dilanjutkan hari ini, Kamis (10/5/2012) pagi.
Selanjutnya
Mafia Minyak Untung Rp10 Miliar per Hari, Ada Kongkalikong Dengan Penguasa Negeri Ini
Rabu, 9 Mei 2012 - 21:25
Jakarta, Seruu.com - Perihal adanya mafia minyak yang merugikan keuangan negara ternyata benar adanya. Para mafia minyak tersebut ditengarai merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah per hari, jumlah yang cukup fantastis.
Selanjutnya
Menteri Dahlanpun Gerah Dengan Petral
Rabu, 14 Maret 2012 - 13:52
Seruu.com - Nampaknya, Pak Menteri pun gerah dengan keberadaan Petral, anak perusahaan Pertamina yang dinilai justru menjadi 'calo' pembelian minyak bagi negeri ini. Kementerian Badan Usaha Milik Negara menilai fungsi pengadaan stok bahan bakar nasional bisa ditangani oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Jika urusan pengadaan diatur oleh lembaga negara, Pertamina tak perlu repot memikirkan impor minyak.
Selanjutnya
Baca juga: