Berita Lainnya
Biarkan Teror di Gereja Filadelfia, KontraS Tuntut Bubarkan Kepolisian!
Jakarta, Seruu.com - Kepolisian Republik Indonesian (Polri) kembali menunjukan ketidakcakapan dalam menjaga dan menegakan hukum di Indonesia. Khususnya terkait dengan perlindungan warga negara dalam beribadah yang sudah dilindungi oleh konstitusi. Selengkapnya
JATAM : Renegoisasi Kontrak Karya Hanya Janji Manis Pemerintah
Jakarta, Seruu.com - Sikap pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono yang melakukan tarik ulur renegoisasi Kontrak Karya Pertambangan sebagai penerapan UU Minerba tahun 2009 terus menuai kritik. Renegoisasi kontrak karya minyak, gas (Migas) dan pertambangan dinilai hanya sekadar menjadi janji manis dari pemerintah. Selengkapnya
IPW : Menkumham Izinkan FBI Dirikan Biro Interogasi di Lapas
Jakarta, Seruu.com - Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Komisi III DPR dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk meminta penjelasan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Amir Syarifuddin, perihal proyek pembangunan kantor biro intrograsi Amerika Serikat di dalam Lembaga Pemasyarakatan (lapas).
“Untuk itu, proyek ini harus segera dihentikan dan harus segera memanggil Menkumham,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, dalam siaran persnya kepada reaksi, Rabu (15/2/2012).
Sebagaimana diberitakan, Kemenkumham dan pemerintah Amerika tengah melakukan kerjasama proyek pembangunan kantor biro interograsi di sejumlah lapas Indonesia. IPW menyebut Menkumham melakukan pembiaran atas proyek Amerika tersebut yang jelas telah mengacak-acak lapas yang ada di terotorial NKRI dan melanggar hak asasi narapidana.
LSM itu menuding Kemenkumham menerima dana segar Rp 1 triliun per tahun dari pemerintah Amerika sebagai timbak balik atas pemberian kewenangan kepada pemerintah Amerika dan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk memeriksa para narapidana Indonesia di sejumlah lapas, terutama napi terorisme.
Informasi yang diterima IPW, biro intrograsi Amerika yang berada di dalam lapas ini seluas 4 x 7 meter. Di dalam ruang tersebut terdapat ruang kaca pengontrol, lampu sorot pemeriksaan, alat rekam, alat sadap, dan sejumlah alat pendukung intrograsi.
Dalam melakukan intrograsi terhadap napi di lapas, orang-orang Amerika itu akan didampingi petugas Direktorat Pemasyarakatan (Ditjen PAS). Pihak Amerika berdalih program ini dengan sebutan program “deradikalisasi”. Sebagai realisasi program ini, sebanyak 14 pejabat Kemenkumham telah diberangkatkan ke Amerika, termasuk mengujungi penjara Guantanamo. [ms]
- 21/05/2012 06:2245 Jenazah Korban Sukhoi Akan Diserahterimakan Hari Rabu di Halim
- 21/05/2012 06:00Berikut Nama 45 Korban Sukhoi Yang Sudah Diidentifikasi DVI Mabes Polri
- 21/05/2012 00:01DVI Sukses Identifikasi 45 Korban Jatuhnya Pesawat Sukhoi
- 20/05/2012 13:40KNKT Pastikan Sukhoi Yang Jatuh Pesawat Cadangan, SSJ Utama Rusak di Kazakhstan
- 19/05/2012 06:47KNKT : Data CVR Sudah Dibuka Namun Tidak Dapat Dibeberkan ke Publik
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






