Seruu Radio   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Games   Bursa   GaulSeruu Hari ini: Selasa, 22 Mei 2012 04:42

Berita Lainnya

45 Jenazah Korban Sukhoi Akan Diserahterimakan Hari Rabu di Halim
Senin, 21 Mei 2012 - 06:22

Jakarta, Seruu.com - Mabes Polri menyatakan seluruh korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 baru dapat diserahkan kepada pihak keluarga pada hari Rabu 23 Mei mendatang. Sebab saat ini tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri masih membutuhkan waktu untuk merekonstruksi jenazah korban yang memang sudah tak utuh lagi. Selengkapnya

Berikut Nama 45 Korban Sukhoi Yang Sudah Diidentifikasi DVI Mabes Polri
Senin, 21 Mei 2012 - 06:00

Jakarta, Seruu.com - Berikut nama-nama korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet-100 yang telah berhasil diidentifikasi Tim DVI, Minggu (20/5/2012) sore: Selengkapnya

Investigasi Gerakan 28 Oktober : Analisa Kekuatan Massa Anti SBY dan Pro SBY

Selasa, 25 Oktober 2011 - 22:55 · Topik: turunkan-sby
Aksi Turunkan SBY

Seruu.com - Gerakan besar yang kabarnya akan mengguncang Jakarta pada peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2011 nanti menjadi sebuah isu yang menjadi bahan perhatian intelejen, polisi dan masyarakat luas. Kabar mengenai ratusan ribu orang yang akan memenuhi jalan-jalan kota Jakarta seolah menjadi mimpi buruk bagi pengguna jalan di Ibukota yang memang sudah dipadati oleh kendaraan dan diwarnai dengan kemacetan sebagai pemandangan keseharian.

Namun tampaknya mimpi buruk tersebut bukan hanya milik pengguna jalan. Pasalnya penelusuran kami terhadap sejumlah organisasi yang berpotensi untuk turun dengan jumlah massa besar justru mengusung isu yang selama ini masih pasang surut terdengar meski kerap dibawa oleh para demonstran, "Pemerintahan Gagal, SBY - Boediono Harus Turun Sekarang Juga".

Dari pengamatan Seruu.com, digulirkannya tuntutan tersebut di picu karena berbagai alasan, salah satunya, SBY tidak mampu membuktikan janji- janji politik yang disampaikan pada saat kampanye Presiden di tahun ke  7 Ia memimpin. Baik kasus Pemberantasan tindak Pidana Korupsi, Penegakan HAM, Penyediaan lapangan kerja dan peningkatan Kesejahteraan Rakyat masih jauh dari kenyataan.

Maraknya berbagai peristiwa yang dinilai melukai dan bertentangan dengan rasa keadilan rakyat juga menambah daftar panjang kekecewaan rakyat terhadap Pemerintah, sebut saja kasus-kasus kemanusiaan, terkait penganiayaan yang dialami oleh para TKI, teror BOM, ricuh antara kelompok masyarakat, penyerangan rumah Ibadah sampai peristiwa pergeseran Patok Batas Wilayah NKRI yang kabarnya kembali di ganggu oleh Malaysia.

Belakangan tidak kunjung tuntasnya pembahasan RUU BPJS ternyata juga membuat ribuan buruh yang menuntut pengesahan RUU berbalik mengancam untuk menurunkan SBY-Boediono jika tidak juga mendorong pengesahan RUU tersebut.

Gerakan yang digolongkan anti presiden SBY ini belakangan terlihat semakin meningkat intensitas, kuantitas dan kualitas aksi nya. Dalam catatan kami selama 30 hari terakhir ini di Jakarta saja telah terjadi sekitar 3 kali demonstrasi anti SBY yang masing-masing menurunkan massa di atas 2000 orang dalam setiap kali aksinya, sementara demonstrasi mahasiswa yang berujung terjadinya bentrokan dengan aparat kepolisian tercatat sedikitnya 3 kali terjadi di beberapa lokasi di Jakarta seperti di Kampus Univ. Mpu Tantular, di depan kampus UBK dan di depan Istana Negara.

Potensi Konflik Lapangan

Dengan kapasitas sebagai Presiden yang memenangi Pemilu dengan angka yang cukup signifikan dan berlangsung dalam satu putaran, maka SBY-Boediono bukan tanpa pendukung. Faktanya saat intensitas demonstrasi anti SBY semakin meningkat ternyata telah memancing kelompok pro SBY untuk melakukan aksi-aksi tandingan.

Hal tersebut terlihat dalam aksi-aksi yang terjadi pada 20 Oktober 2011 lalu saat evaluasi kepemimpinan SBY dimana sejumlah massa pro reshuffle, pro pemerintahan dan pro dengan kebijakan SBY juga menggelar aksi serupa di DPR RI dan Istana.

Yang patut di waspadai pada suatu waktu bila kedua kelompok massa pro dan kontra bertemu di tempat yang sama atau berdekatan tidak tertutup kemungkinan akan terjadi bentrokan besar-besaran.

Dalam sejarah Demonstrasi di Indonesia hal itu pernah terjadi di tahun 1999 yaitu bentrokan antara Demonstran dengan massa Pam  Swakarsa yang terjadi di Tugu Proklamasi, Cawang dan Sermanggi yang mengakibatkan jatuhnya korban yang tidak sedikit termasuk juga korban nyawa.  

Untuk itu berikut kami sedikit paparkan kekuatan secara umum kelompok anti dan pro Sby yang kerap terlihat di jalanan Jakarta

 Organisasi Anti SBYKekuatanOrganisasi Pro SBYKekuatan

Aliansi Rakyat Untuk Perubahan
Kelompok ini berisi berbagai macam organisasi yang berlatar belakang berbeda, antara lain buruh, mahasiswa, lintas agama dan professional. Pernah melakukan sejumlah aksi ke Istana Negara dengan tuntutan "Turunkan SBY-Boediono"

2000 - 5000 orangARUS (Aliansi Rakyat Untuk SBY), gerakan yang terdiri dari mahasiswa dan pemuda yang didirikan untuk mendukung segala kebijakan SBY. Aksi mereka beberapakali menggunakan kekuatan massa dan kekuatan propaganda seperti penempatan spanduk dan selebaran menghujat Din Syamsuddin saat SBY dituding pembohong oleh Tokoh Lintas Agama500 - 1500 orang
Kelompok Petisi 28
kelompok ini terdiri dari berbagai kalangan aktivis dengan isu utama adalah kembali UUD 1945 dan Pancasila. Beberapa kali aksi dengan kekuatan massa ratusan orang namun seringkali melakukan aksi pernyataan dan gebrakan langsung seperti mendatangi ruang rapat DPR dan memberikan surat protes ke Setneg.
Haris Rusli mengklaim massa mencapai 700-1500 orang yang berhasil dikonsolidirGerakan Aman Adil Sejahtera untuk Indoensia (Garansi).500-2000

Bendera (Benteng Demokrasi Rakyat),
Salah satu kelompok Garis Keras yang terdiri  dari sejumlah aktivis Gerakan Mahasiswa 1998, masyarakat korban kebijakan negara, kader-kader Lintas Partai Politik, rakyat miskin kota, dan juga aktivis Pemuda. Aksi mereka menuntut penuntasan skandal Bank Century , ganyang Malaysia hingga menuntut turunnya SBY - Boediono kerapkali memicu bentrokan dengan aparat kepolisian. Ratusan polisi dipastikan mengiringi mereka saat aksi.

1000-3000 orang

Gerakan Pro Reshuffle, Merupakan massa yang terdiri dari sejumlah pemuda dan elemen masyarakat yang menyatakan dukungan kepada pemerintahan SBY dan pro kebijakan yang diambil pemerintahan SBY.

Salah satu kelompok yang kerap terlihat di Istana antara lain GEPUK (Gerakan Pemuda untuk Kedaulatan NKRI), Aliansi Rakyat Pro Reshuffle, Masyarakat Pro Pemerintahan Bersih (MPPB),  Komunitas Rakyat Miskin Kota.

1000-2000 orang
JARKAM (Jaringan Kampus),
Kelompok yang murni terdiri dari aktivis mahasiswa, memiliki massa riil dari 7 kampus yang terlibat aktif dari total 15 kampus di Jakarta yg terlibat dalam aliansi. Dalam gerakan mahasiswa kelompok ini memiliki kecenderungan berada didalam posisi garis keras, hal ini terpantau dalam pola-pola aksi dan bentrokan yg kerap kali terjadi. Bentrokan di depan Kimia Raya (UBK) dan di depan kampus UMT menunjukan bahwa mereka siap berkonfrontasi fisik dengan aparat. Aksi terakhir di Istana Negara cukup solid dengan membawa Isu 'SBY-Boediono Gagal, Turunkan Sekarang Juga dan SBY Gatal - Gagal Total'.
500-1000 orang mahasiswa

Gerakan Lanjutkan SBY Presiden (GLSP)

500-2000 orang

FAM Indonesia (Front Aksi Mahasiswa Indonesia), 
Kelompok ini terdiri dari FAM-UI, FAM-AL-AZHAR dan 12 kampus lainnya menjadi bagian dari Kelompok Gerakan Mahasiswa ini. Pola aksi FAMI, cenderung mengedepankan simbolisasi dan dramatisasi aksi, yang berangkat dari kreatifitas aktifis mahasiswa yang berada didalamnya. Aksi terakhir mereka berujung benturan dengan aparat setelah replika kepala kerbau yang selalu mereka bawa dalam aksi direbut paksa aparat.

 700 - 1500 orangSPN (Serikat Pekerja Nasional). Berulangkali menggelar aksi unjukrasa Menolak RUU BPJS dan menolak penggabungan sejumlah perusahaan asuransi pekerja milik negara seperti ASTEK, TASPEN dan ASABRI2000-3000 orang

GONAS (Gerakan Oposisi Nasional)
Kelompok yang didominasi aktivis antikorupsi, LSM dan mahasiswa dengan pola aksi kampanye frontal dan simbolisasi. Kerapkali membawa spanduk besar dan bendera merah putih raksasa dalam aksinya di HI ataupun Istana. Slogan bubarkan Partai Politik, hukum mati koruptor dan bubarkan rezim korup menjadi isu yang mereka usung.

 

500 - 1000 orang

Gerakan Masyarakat Progresif Dalam aksinya mereka menyatakan mendukung pemerintah dalam hal ini SBY-Boediono untuk melajutkan pemerintahan hingga 2014. "Kami dukung SBY-Boediono sampai 2014

500-1000

Persatuan Oposisi Nasional
Sebuah aliansi yang sempat mengguncang Jakarta dengan aksi ribuan orang dan terdiri dari sejumlah elemen antara lain Perhimpunan Mahasiswa Kristen Indonesia (PMKRI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO).

Lalu Partai Rakyat Demokratik (PRD), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Gerakan Rakyat Bogor Bersatu (GR2B), GAPURA, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan BEM UHAMKA.

isu yang dibawa adalah gagalnya pemerintahan SBY - Boediono pada 20 Oktober tahun lalu.

4000 - 8000 orangJaringan Nusantara , Kelompok yang dimotori sejumlah aktivis LSM dan kerap mengeluarkan pernyataan mendukung pemerintah1000-2000
BEM Seluruh Indonesia (BEM SI)
Koordinator BEM SI, Adhitia Pradipta dalam konferensi pers di TIM awal bulan ini menyatakan akan mengerahkan massa dan menggalang kekuatan di kampus untuk turun memperingati aksi dua tahun pemerintahan SBY - Boediono, 20 Oktober 2011. Mereka menuntut pemerintahan SBY-Boediono mundur karena gagal mensejahterakan rakyat.
2000 - 3000 orangBEM Nusantara,
adalah gabungan dari BEM di seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 513 Perguruan Tinggi, pernah bertemu presiden di Istana.
 2000-3000 orang
    

Kendali Keamanan Jakarta Ada Pada Kapolda

Mabes Polri dalam pernyataannya Senin (24/10) mengaku sudah menggelar rencana pengamanan dan memerintahkan Kapolda Metro Jaya untuk memimpin langsung pengamanan di Ibukota. Melalui Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen (Pol) Anton Bachrul Alam, Mabes membenarkan bahwa pihaknya telah mendapat informasi mengenai adanya gerakan besar pada 28 Oktober 2011. Menurutnya kabar tersbeut didapatkan dari aparat intelejen di lapangan.

"Ya, kami sudah mendengar adanya informasi (demonstrasi) itu dari intel. Kami sudah menyiapkan Renpam (rencana Pengamanan - red) yang akan dipimpin Kapolda Metro Jaya," terang Kadiv Humas, Irjen Pol Anton Bahrul Alam, Senin (24/10).

Sejauh ini belum ada konfirmasi resmi mengenai organ apa saja yang akan turun dan berapa kekuatan yang mereka turunkan pada 28 Oktober yang jatuh pada hari Jumat tersebut. Namun dari estimasi kekuatan yang masing-masing organisasi maka pernyataan politisi Demokrat Ruhut Sitompul hari ini untuk mewaspadai dan tidak menganggap remeh potensi yang tersimpan dari Gerakan 28 Oktober mungkin menjadi sebuah nasihat yang bijak bagi semua.


redaksi seruu

Rating artikel: icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full (10 rates)
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Diskusikan pendapat Anda dan berinteraksi dengan pembaca lain di Komunitas GaulSeruu
Segera bergabung dan manfaatkan seluruh fasilitas yang gaul dan canggih gratis disini

Lihat 1 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

avatar
Sahril Anjuau
Rabu, 26 Oktober 2011 - 18:13
Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
      
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8