Berita Lainnya
45 Jenazah Korban Sukhoi Akan Diserahterimakan Hari Rabu di Halim
Jakarta, Seruu.com - Mabes Polri menyatakan seluruh korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 baru dapat diserahkan kepada pihak keluarga pada hari Rabu 23 Mei mendatang. Sebab saat ini tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri masih membutuhkan waktu untuk merekonstruksi jenazah korban yang memang sudah tak utuh lagi. Selengkapnya
Berikut Nama 45 Korban Sukhoi Yang Sudah Diidentifikasi DVI Mabes Polri
Jakarta, Seruu.com - Berikut nama-nama korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet-100 yang telah berhasil diidentifikasi Tim DVI, Minggu (20/5/2012) sore: Selengkapnya
Investigasi Gerakan 28 Oktober : Analisa Kekuatan Massa Anti SBY dan Pro SBY
Seruu.com - Gerakan besar yang kabarnya akan mengguncang Jakarta pada peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2011 nanti menjadi sebuah isu yang menjadi bahan perhatian intelejen, polisi dan masyarakat luas. Kabar mengenai ratusan ribu orang yang akan memenuhi jalan-jalan kota Jakarta seolah menjadi mimpi buruk bagi pengguna jalan di Ibukota yang memang sudah dipadati oleh kendaraan dan diwarnai dengan kemacetan sebagai pemandangan keseharian.
Namun tampaknya mimpi buruk tersebut bukan hanya milik pengguna jalan. Pasalnya penelusuran kami terhadap sejumlah organisasi yang berpotensi untuk turun dengan jumlah massa besar justru mengusung isu yang selama ini masih pasang surut terdengar meski kerap dibawa oleh para demonstran, "Pemerintahan Gagal, SBY - Boediono Harus Turun Sekarang Juga".
Dari pengamatan Seruu.com, digulirkannya tuntutan tersebut di picu karena berbagai alasan, salah satunya, SBY tidak mampu membuktikan janji- janji politik yang disampaikan pada saat kampanye Presiden di tahun ke 7 Ia memimpin. Baik kasus Pemberantasan tindak Pidana Korupsi, Penegakan HAM, Penyediaan lapangan kerja dan peningkatan Kesejahteraan Rakyat masih jauh dari kenyataan.
Maraknya berbagai peristiwa yang dinilai melukai dan bertentangan dengan rasa keadilan rakyat juga menambah daftar panjang kekecewaan rakyat terhadap Pemerintah, sebut saja kasus-kasus kemanusiaan, terkait penganiayaan yang dialami oleh para TKI, teror BOM, ricuh antara kelompok masyarakat, penyerangan rumah Ibadah sampai peristiwa pergeseran Patok Batas Wilayah NKRI yang kabarnya kembali di ganggu oleh Malaysia.
Belakangan tidak kunjung tuntasnya pembahasan RUU BPJS ternyata juga membuat ribuan buruh yang menuntut pengesahan RUU berbalik mengancam untuk menurunkan SBY-Boediono jika tidak juga mendorong pengesahan RUU tersebut.
Gerakan yang digolongkan anti presiden SBY ini belakangan terlihat semakin meningkat intensitas, kuantitas dan kualitas aksi nya. Dalam catatan kami selama 30 hari terakhir ini di Jakarta saja telah terjadi sekitar 3 kali demonstrasi anti SBY yang masing-masing menurunkan massa di atas 2000 orang dalam setiap kali aksinya, sementara demonstrasi mahasiswa yang berujung terjadinya bentrokan dengan aparat kepolisian tercatat sedikitnya 3 kali terjadi di beberapa lokasi di Jakarta seperti di Kampus Univ. Mpu Tantular, di depan kampus UBK dan di depan Istana Negara.
Potensi Konflik Lapangan
Dengan kapasitas sebagai Presiden yang memenangi Pemilu dengan angka yang cukup signifikan dan berlangsung dalam satu putaran, maka SBY-Boediono bukan tanpa pendukung. Faktanya saat intensitas demonstrasi anti SBY semakin meningkat ternyata telah memancing kelompok pro SBY untuk melakukan aksi-aksi tandingan.
Hal tersebut terlihat dalam aksi-aksi yang terjadi pada 20 Oktober 2011 lalu saat evaluasi kepemimpinan SBY dimana sejumlah massa pro reshuffle, pro pemerintahan dan pro dengan kebijakan SBY juga menggelar aksi serupa di DPR RI dan Istana.
Yang patut di waspadai pada suatu waktu bila kedua kelompok massa pro dan kontra bertemu di tempat yang sama atau berdekatan tidak tertutup kemungkinan akan terjadi bentrokan besar-besaran.
Dalam sejarah Demonstrasi di Indonesia hal itu pernah terjadi di tahun 1999 yaitu bentrokan antara Demonstran dengan massa Pam Swakarsa yang terjadi di Tugu Proklamasi, Cawang dan Sermanggi yang mengakibatkan jatuhnya korban yang tidak sedikit termasuk juga korban nyawa.
Untuk itu berikut kami sedikit paparkan kekuatan secara umum kelompok anti dan pro Sby yang kerap terlihat di jalanan Jakarta
| Organisasi Anti SBY | Kekuatan | Organisasi Pro SBY | Kekuatan |
Aliansi Rakyat Untuk Perubahan | 2000 - 5000 orang | ARUS (Aliansi Rakyat Untuk SBY), gerakan yang terdiri dari mahasiswa dan pemuda yang didirikan untuk mendukung segala kebijakan SBY. Aksi mereka beberapakali menggunakan kekuatan massa dan kekuatan propaganda seperti penempatan spanduk dan selebaran menghujat Din Syamsuddin saat SBY dituding pembohong oleh Tokoh Lintas Agama | 500 - 1500 orang |
| Kelompok Petisi 28, kelompok ini terdiri dari berbagai kalangan aktivis dengan isu utama adalah kembali UUD 1945 dan Pancasila. Beberapa kali aksi dengan kekuatan massa ratusan orang namun seringkali melakukan aksi pernyataan dan gebrakan langsung seperti mendatangi ruang rapat DPR dan memberikan surat protes ke Setneg. | Haris Rusli mengklaim massa mencapai 700-1500 orang yang berhasil dikonsolidir | Gerakan Aman Adil Sejahtera untuk Indoensia (Garansi). | 500-2000 |
Bendera (Benteng Demokrasi Rakyat), | 1000-3000 orang | Gerakan Pro Reshuffle, Merupakan massa yang terdiri dari sejumlah pemuda dan elemen masyarakat yang menyatakan dukungan kepada pemerintahan SBY dan pro kebijakan yang diambil pemerintahan SBY. Salah satu kelompok yang kerap terlihat di Istana antara lain GEPUK (Gerakan Pemuda untuk Kedaulatan NKRI), Aliansi Rakyat Pro Reshuffle, Masyarakat Pro Pemerintahan Bersih (MPPB), Komunitas Rakyat Miskin Kota. | 1000-2000 orang |
| JARKAM (Jaringan Kampus), Kelompok yang murni terdiri dari aktivis mahasiswa, memiliki massa riil dari 7 kampus yang terlibat aktif dari total 15 kampus di Jakarta yg terlibat dalam aliansi. Dalam gerakan mahasiswa kelompok ini memiliki kecenderungan berada didalam posisi garis keras, hal ini terpantau dalam pola-pola aksi dan bentrokan yg kerap kali terjadi. Bentrokan di depan Kimia Raya (UBK) dan di depan kampus UMT menunjukan bahwa mereka siap berkonfrontasi fisik dengan aparat. Aksi terakhir di Istana Negara cukup solid dengan membawa Isu 'SBY-Boediono Gagal, Turunkan Sekarang Juga dan SBY Gatal - Gagal Total'. | 500-1000 orang mahasiswa | Gerakan Lanjutkan SBY Presiden (GLSP) | 500-2000 orang |
FAM Indonesia (Front Aksi Mahasiswa Indonesia), | 700 - 1500 orang | SPN (Serikat Pekerja Nasional). Berulangkali menggelar aksi unjukrasa Menolak RUU BPJS dan menolak penggabungan sejumlah perusahaan asuransi pekerja milik negara seperti ASTEK, TASPEN dan ASABRI | 2000-3000 orang |
GONAS (Gerakan Oposisi Nasional) | 500 - 1000 orang | Gerakan Masyarakat Progresif Dalam aksinya mereka menyatakan mendukung pemerintah dalam hal ini SBY-Boediono untuk melajutkan pemerintahan hingga 2014. "Kami dukung SBY-Boediono sampai 2014 | 500-1000 |
Persatuan Oposisi Nasional isu yang dibawa adalah gagalnya pemerintahan SBY - Boediono pada 20 Oktober tahun lalu. | 4000 - 8000 orang | Jaringan Nusantara , Kelompok yang dimotori sejumlah aktivis LSM dan kerap mengeluarkan pernyataan mendukung pemerintah | 1000-2000 |
| BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Koordinator BEM SI, Adhitia Pradipta dalam konferensi pers di TIM awal bulan ini menyatakan akan mengerahkan massa dan menggalang kekuatan di kampus untuk turun memperingati aksi dua tahun pemerintahan SBY - Boediono, 20 Oktober 2011. Mereka menuntut pemerintahan SBY-Boediono mundur karena gagal mensejahterakan rakyat. | 2000 - 3000 orang | BEM Nusantara, adalah gabungan dari BEM di seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 513 Perguruan Tinggi, pernah bertemu presiden di Istana. | 2000-3000 orang |
Kendali Keamanan Jakarta Ada Pada Kapolda
Mabes Polri dalam pernyataannya Senin (24/10) mengaku sudah menggelar rencana pengamanan dan memerintahkan Kapolda Metro Jaya untuk memimpin langsung pengamanan di Ibukota. Melalui Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen (Pol) Anton Bachrul Alam, Mabes membenarkan bahwa pihaknya telah mendapat informasi mengenai adanya gerakan besar pada 28 Oktober 2011. Menurutnya kabar tersbeut didapatkan dari aparat intelejen di lapangan.
"Ya, kami sudah mendengar adanya informasi (demonstrasi) itu dari intel. Kami sudah menyiapkan Renpam (rencana Pengamanan - red) yang akan dipimpin Kapolda Metro Jaya," terang Kadiv Humas, Irjen Pol Anton Bahrul Alam, Senin (24/10).
Sejauh ini belum ada konfirmasi resmi mengenai organ apa saja yang akan turun dan berapa kekuatan yang mereka turunkan pada 28 Oktober yang jatuh pada hari Jumat tersebut. Namun dari estimasi kekuatan yang masing-masing organisasi maka pernyataan politisi Demokrat Ruhut Sitompul hari ini untuk mewaspadai dan tidak menganggap remeh potensi yang tersimpan dari Gerakan 28 Oktober mungkin menjadi sebuah nasihat yang bijak bagi semua.
redaksi seruu




(10 rates)- 29/10/2011 19:46SBY Cuma Bisa Rapat Kabinet dan Hasilnya Utang Negara Bertambah
- 24/10/2011 10:30FITRA: Tujuh Tahun SBY Berkuasa,103 Triliun Lebih Uang Negara Hilang Dikorupsi
- 22/10/2011 20:30Investigasi : 28 Oktober, Rentetan Demo Besar Lengserkan SBY Dimulai
Lihat 1 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






