Berita Lainnya
Mendongeng Bisa Tingkatkan Ikatan Emosional Ibu Dengan Anak
Seruu.com - Kegiatan mendongeng membuat keterikatan emosional antara ibu dan anak menjadi semakin erat, kata psikolog anak Efnie Indrianie. "Mendongeng sebagai kegiatan sehari-hari sangatlah penting untuk menciptakan manusia yang memiliki kecerdasan emosional dan intelektual," katanya dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (16/5/2012). Selengkapnya
Pentingnya Mendongeng bagi Anak
Jakarta, Seruu.com - Menciptakan momen kebersamaan bersama anak menjadi nilai yang sangat berarti bagi perkembangan jiwa anak. Hangatnya pelukan ibu akan membekas hingga sang anak dewasa. Salah satu cara untuk menciptakan momen kehangatan tersebut adalah makan bersama. Tak perlu repot menciptakan aneka makanan lezat karena semangkuk es krim saja sudah bisa merebut hati si kecil. Selengkapnya
Jangan Beri Gula Dan Garam Hingga Bayi Berusia 2 Tahun
Seruu.com - Banyak ibu mengakui, pemberian makan makin mudah jika bayi sudah berusia 1 tahun. Karena jenis makanan yang dikonsumsi sudah sama dengan makanan keluarga. Tapi, ada hal lain yang mesti ibu perhatikan.
Semakin bertambah usia dan tingkat pertumbuhan, gizi yang diperlukan anak akan semakin lengkap. Selain bahan makanan berkualitas, pemenuhan gizi anak juga harus memperhatikan variasi dan cara pengolahan makanan.
“Tidak ada satu jenis makanan pun yang sempurna, sehingga makin bervariasi makanan akan makin baik. Perhatikan pula kualitas makanan di mana gizinya harus lengkap, dan gunakan bahan makanan segar. Pengolahannya juga harus baik, seperti memasak tidak terlalu matang, tidak dihangatkan, dan tanpa penyedap rasa,” jelas dr Fiastuti Witjaksono SpGK usai talkshow 'Best Parenting for Busy Parents' yang diselenggarakan Philips Avent di Hotel Gran Melia, Jakarta, baru-baru ini.
Sebagai panduan, dr Fiastuti memaparkan komposisi gizi seimbang dalam satu porsi makanan si kecil, yakni karbohidrat (utamakan karbohidrat kompleks) 50-60 persen, protein 10-25 persen (hewani: nabati = 2 : 1), lemak (SAFA, MUFA, PUFA) 25-40 persen, serta vitamin dan mineral (A,D,E,K,B,C, Ca, dan sebagainya). Namun, dr Fiastuti menegaskan, ada beberapa makanan yang harus dihindari bayi di bawah 1 tahun.
“Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari anak usia di bawah 1 tahun, yaitu gula, garam, madu, kacang-kacangan, dan susu sapi. Bahkan makanan ini bisa ditunda hingga anak usia 2 tahun,” tambah spesialis gizi RS Cipto Mangunkusumo ini.
Secara naluriah, diimbuhkan dr Fiastuti, anak pada dasarnya belum mengenal rasa makanan sehingga cenderung tidak memilih makanan. Jika terbiasa mengkonsumsi makanan yang diberi penambah rasa, mereka akan terbiasa dengan rasa tersebut. Alhasil, si kecil hanya mau makan kalau makanannya berasa.
“Tidak perlu ditambahkan rasa asin atau manis. Toh, makanan alami sudah mengandung gula, seperti nasi atau labu. Makin benar orangtua mengajarkan pola makan, maka makin mudah anak menerima makanan karena mereka mudah menyesuaikan dengan pola makan yang diterapkan orangtua,” tukasnya.
Madu sebaiknya tidak diberikan karena beresiko mengandung bakteri Clostridium yang bisa menyebabkan botulisme. Juga kacang-kacangan dan susu sapi yang beresiko menyebabkan alergi pada bayi.
“Kenalkan makanan satu demi satu pada bayi, jangan dicampur. Kemudian, tunggu empat hari untuk memperkenalkan makanan baru lainnya, agar terlihat apakah bayi memiliki reaksi alergi terhadap makanan itu atau tidak,” jelasnya.[ast]
- 13/05/2012 06:56Usia Berapakah Anak Perempuan Lumrah Memakai Makeup?
- 06/05/2012 18:187 Cara Seruu Pilih Program TV Ramah Anak
- 06/05/2012 08:45Manfaat Anak Menginap Bersama Temannya
- 06/05/2012 04:04Tips Seruu Ajarkan Anak Aman Berinternet
- 01/05/2012 13:43Berenang Sehat Bersama si Kecil
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






