Seruu Radio   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Games   Bursa   GaulSeruu Hari ini: Selasa, 22 Mei 2012 05:19

Berita Lainnya

Kawanan Pemalsu SIM Dibekuk Aparat Polres Banggai
Senin, 21 Mei 2012 - 22:37

Palu, Seruu.Com - Polres Banggai, Sulawesi Tengah, menangkap empat pemalsu Surat Izin Mengemudi (SIM) dan mengamankan 20 SIM palsu dan seperangkat komputer. Selengkapnya

Pelajar SMK Ditemukan Tewas di Jalan Freeport Timika
Senin, 21 Mei 2012 - 21:31

Timika, Seruu.Com - Warga Jalan Freeport Lama Gorong-gorong, Timika, Senin (21/5/2012) sekitar pukul 07.00 WIT geger. Ini setelah mereka menemukan sesosok mayat laki-laki berusia belasan tahun tergeletak di jalan dekat permukiman mereka. Selengkapnya

Pasca Kerusuhan, Warga Kembali Tanami Lahan di Gunung Leuser

Kamis, 23 Februari 2012 - 02:05

Lahat, Seruu.Com - Ratusan warga penggarap di Kecamatan Besitang dan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, kembali menanami lahan mereka yang dirusak di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) beberapa waktu lalu.

"Kami kembali menanami lahan yang dirusak petugas TNGL," kata salah seorang warga Rosalina di Besitang, Rabu (22/2).

Menurut dia, warga tersebut terpaksa kembali menanam tanaman, karena tidak tau lagi harus berusaha apa, selain berkebun di areal TNGL, katanya. Sebelumnya, di lahan seluas 700 hektare di TNGL ini, warga telah menanami kelapa sawit dan karet, dan sudah beberapa kali menghasilkan.

Rosalina mengatakan, mereka menanami lahan tersebut untuk menghidupi keluarga mereka. "Setelah beberapa waktu yang lalu, usaha kelapa sawit dan kebun karet mereka, dihancurkan petugas Balai TNGL," katanya.

Sedangkan warga lainnya mengatakan, areal lahan yang mereka garap tidak termasuk dalam areal TNGL, melainkan areal hutan negara berupa lahan tidur.

Kisruh perebutan lahan antara warga penggarap dengan petugas TNGL telah cukup lama terjadi. Bahkan, kedua belah pihak menyatakan berhak menguasai lahan yang disengketakan.

Pihak TNGL menyatakan bahwa lahan yang digarap warga merupakan kawasan TNGL, sementara warga mengatakan bukan. Akibat penggarapan yang terjadi di lapangan, seluas 25.000 hektare TNGL telah rusak.

Sedangkan para penggarap bersikukuh bahwa lahan yang mereka garap selama ini tidak termasuk di kawasan TNGL tersebut. [ant]

Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Diskusikan pendapat Anda dan berinteraksi dengan pembaca lain di Komunitas GaulSeruu
Segera bergabung dan manfaatkan seluruh fasilitas yang gaul dan canggih gratis disini

Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
      
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8