Berita Lainnya
UNHAN Prioritaskan Penelitian Di Perbatasan Untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
Jakarta.seruu.com - Mahasiswa pascasarjana diharapkan langsung melakukan penelitian ke masyarakat di perbatasan. harapannya hasil temuan mereka di lapangan bisa bermanfaat dalam konteks akademik maupun sebagai masukan ke pemegang kebijakan. Selengkapnya
UNY Siap Dirikan Sekolah Laboraturium dan Binaan
Yogyakarta, Seruu.com - Universitas Negeri Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan tinggi keguruan yang telah dipercaya menyelenggarakan program Pendidikan Profesi Guru akan mendirikan sekolah laboratorium dan sekolah binaan. Selengkapnya
Puti : Penerbitan Jurnal Ilmiah Layak Dipertimbangkan Kembali
Jakarta, Seruu.com - Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno mengatakan, dikeluarkannya surat edaran Dikti No: 152/E/T/2012 tentang publikasi karya ilmiah untuk mahasiswa program S1, S2, dan S3 cukup mengagetkan kalangan perguruan tinggi.
"Terutama mengenai adanya persyaratan khusus kelulusan bagi mahasiswa program sarjana yakni menghasilkan karya ilmiah (makalah) yang diterbitkan pada jurnal ilmiah. Mahasiswa program magister harus menerbitan karya di jurnal ilmiah nasional, serta menerbitkan makalah di jurnal internasional bagi mahasiswa program doktoral," kata Puti di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (13/2/2012).
Surat Dirjen Dikti antara lain berbunti "Sebagimana kita ketahui pada saat sekarang ini, jumlah karya ilmiah dari Perguruan Tinggi Indonesia secara total masih rendah jika dibandingkan dengan Malaysia, hanya sekitar sepertujuh. Hal ini menjadi tantangan kita bersama untuk meningkatkannya. Sehubungan dengan itu terhitung mulai kelulusan setelah Agustus 2012 diberlakukan ketentuan sebagai berikut. Untuk program S1 harus ada makalah yang terbit di jurnal ilmiah. Untuk program S2 harus ada makalah yang terbit di jurnal ilmiah terakreditasi Dikti. Untuk program S3 harus ada makalah yang terbit di jurnal internasional".
"Sebaiknya Diknas terlebih dahulu menyiapkan sumber daya yang ada dan membuat kajian kesiapan, serta mempersiapkan infrastruktur dan anggaran yang digunakan," kata Puti.
Dia mengemukakan Malaysia mengalokasikan lebih dari 25 persen APBN untuk pendidikan dan murni untuk membiayai pendidikan
"Sedangkan kita 20 persen anggaran pendidikan, itupun juga dipakai untuk membayar gaji guru dan dosen, serta membiayai fungsi pendidikan di kementerian dan lembaga dimana ada sekitar 18 K/L. Dukungan dana riset ilmiah di Malaysia cukup besar mencapai kisaran 30 persen dari APBN pendidikan mereka. Jangan hanya melihat enaknya tetapi kewajibannya juga harus dilihat," ungkap Puti.
Dia mengusulkan agar semua pihak menghidupkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menurut dia seolah hilang dan menjauhkan kalangan Pendidikan Tinggi dengan rakyat. [ms]




(1 rates)- 22/05/2012 22:27Try Sutrisno Ingatkan Rakyat, Jangan Pilih Peragu Jadi Pemimpin
- 22/05/2012 22:04Dana Periklanan Perbankan Naik Dua Kali Lipat
- 22/05/2012 21:52Skandal Century, KPK Kembali Agendakan Pertemuan Dengan Timwas
- 22/05/2012 21:4214 Tahun Reformasi, KONAMI Sultra Desak Nasionalisasi Aset Asing di Indonesia
- 22/05/2012 21:20Menteri Agama : Beli Tiket, Mungkin Saja FPI Mau Menyaksikan Sendiri Konser Lady..
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






