Berita Lainnya
Dahlan Iskan : Merpati Tidak Sehat, Utangnya Banyak, Tidak Layak Digerojok 250 Miliar
Jakarta, Seruu.com - Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menilai PT Merpati Nusantara Airlines tidak sehat secara korporasi dengan indikator kerugian "Jembatan Nusantara" ini sebanyak Rp2 miliar perhari alias Rp730 setahun jika itu terjadi simultan selama 365 hari. "Utang-utangnya kan banyak. Merpati itu secara teknis sudah tidak sehat lagi," katanya, usai menghadiri Rapat Pimpinan di Kantor Pusat PANN Multifinance, di Jakarta, Selasa (22/5/2012). Selengkapnya
Garuda Siap Tambah Rute Penerbangan dan Armada
Seruu.com - Demi mencapai target pertumbuhan jumlah penumpang sebanyak 45 juta pada 2015, PT Garuda Indonesia menjalankan strategi penambahan armada dan rute penerbangan. Target perolehan penumpang tersebut terdiri atas 35,20 juta penumpang Garuda Indonesia dan 9,8 juta penumpang Citilink, unit bisnis low cost carrier Garuda. Selengkapnya
Gagalkan Masuknya 34 Kontainer Pakaian Bekas Impor, Wamendag Puji Bea Cukai Jatim 1
Surabaya, Seruu.com - Keberhasilan Bea Cukai Kanwil Jatim 1 dalam mengamankan 34 kontainer yang berisikan pakaian bekas impor mendapat perhatian serius dari Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krishnamurti. Saat sidak ke Surabaya, Wamendag menyempatkan diri melihat langsung barang-barang sitaan tersebut di depo Indrajaya Surabaya, Rabu (22/2/2012).
Dalam jumpa persnya, Bayu Krishnamurthi mengatakan bahwa 34 kontainer tersebut ditangkap karena isinya tidak sesuai dengan dokumennya dengan daerah pengiriman yaitu Kendari.
Menurutnya, pakaian impor dilarang masuk ke Indonesia karena melanggar ketentuan umum larangan impor sebagaimana dimaksud Kepmen Perindag nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tentang barang yang diatur tata niaga impornya yang diubah dengan Kepmen Perindag nomor 642/MPP/Kep/9/2002.
”Keberadaan pakaian bekas impor ini dapat mengganggu perkembangan dunia tekstil di Indonesia. Selain itu, dapat menyebarkan penyakit bagi pemakainya,”ujar mantan Wakil Menteri Pertanian ini.
Modus pengiriman pakaian bekas tersebut, lanjut Bayu Krishnamurti adalah pengirimannya melalui pelabuhan kecil di Kendari.“Mereka menganggap bahwa kalau pengiriman lewat pelabuhan kecil sulit dilacak petugas. Lalu, di pelabuhan itu, pakaian itu dikirim melalui KM Meratus ke Surabaya dengan tujuan Depo Meratus Prapat Kurung. Petugas Bea Cukai Jatim 1 curiga, karena Kendari bukanlah produsen pakaian. Langsung dibongkar kontainernya dan ternyata didalamnya adalah pakaian impor. Rencananya akan dijual diwilayah Jawa Timur dan sekitarnya,” pungkasnya. [yud]




(2 rates)
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






