Berita Lainnya
Dahlan Iskan : Merpati Tidak Sehat, Utangnya Banyak, Tidak Layak Digerojok 250 Miliar
Jakarta, Seruu.com - Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menilai PT Merpati Nusantara Airlines tidak sehat secara korporasi dengan indikator kerugian "Jembatan Nusantara" ini sebanyak Rp2 miliar perhari alias Rp730 setahun jika itu terjadi simultan selama 365 hari. "Utang-utangnya kan banyak. Merpati itu secara teknis sudah tidak sehat lagi," katanya, usai menghadiri Rapat Pimpinan di Kantor Pusat PANN Multifinance, di Jakarta, Selasa (22/5/2012). Selengkapnya
Garuda Siap Tambah Rute Penerbangan dan Armada
Seruu.com - Demi mencapai target pertumbuhan jumlah penumpang sebanyak 45 juta pada 2015, PT Garuda Indonesia menjalankan strategi penambahan armada dan rute penerbangan. Target perolehan penumpang tersebut terdiri atas 35,20 juta penumpang Garuda Indonesia dan 9,8 juta penumpang Citilink, unit bisnis low cost carrier Garuda. Selengkapnya
Lagi, Merpati Terancam Bangkrut
Jakarta, Seruu.com - PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) kembali terancam bangkrut jika pada Juni 2012 tidak mendapatkan suntikan dana sebesar Rp250 miliar.
"Tadi kita rapat dengan jajaran manajemen Merpati membahas kondisi perusahaan. Jika pada Juni ini tidak mendapat dana sebesar Rp250 miliar maka perusahaan dipastikan `collapse`," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan, di Gedung MPR/DPR, Selasa (07/2/2012).
Menurut Dahlan, manajemen sangat membutuhkan dana tersebut untuk membuat operasional perusahaan dapat berjalan dengan stabil.
Diketahui Merpati sebelumnya telah mendapat suntikan dana sebesar Rp561 miliar, namun baru diterima pada akhir Desember 2011 padahal seharusnya sudah harus diterima pada Juni 2011 sesuai dengan keputusan pemerintah.
Akibatnya, untuk membiayai operasional dan modal kerja, perseroan terpaksa melakukan pinjaman yang mengakibatkan bertambahnya utang.
"Ini yang membuat perusahaan kembali mengalami kesulitan keuangan, karena rencana-rencana yang ditetapkan manajemen terganggu," ujar Dahlan.
Melihat permasalahan yang dihadapi perusahaan penerbangan "plat merah" itu, Dahlan mengatakan Merpati saat ini pada posisi "hidup atau mati".
Namun menurut Dahlan, pada rapat tersebut tercetus tekad seluruh peserta bahwa Merpati harus tetap hidup.
"Mereka ingin Merpati tetap `terbang` dan berupaya menyehatkan keuangan perusahaan," ujarnya.
Ia mengakui suatu perusahaan BUMN tidak bagus terlalu bersandar pada Penyertaan Modal Negara (PMN), namun harus mampu mencari jalan keluar pembiayaan.
"Saya tidak bisa menjamin pemerintah bersedia memberikan suntikan dana dari APBN. Karena itu diserahkan sepenuhnya kepada manajemen untuk mencari sumber pendanaan. Terserah dari mana...bank atau apalah yang penting bagaimana Merpati itu tetap beroperasi," tegasnya. [ms]
- 22/05/2012 22:27Try Sutrisno Ingatkan Rakyat, Jangan Pilih Peragu Jadi Pemimpin
- 22/05/2012 22:04Dana Periklanan Perbankan Naik Dua Kali Lipat
- 22/05/2012 21:52Skandal Century, KPK Kembali Agendakan Pertemuan Dengan Timwas
- 22/05/2012 21:4214 Tahun Reformasi, KONAMI Sultra Desak Nasionalisasi Aset Asing di Indonesia
- 22/05/2012 21:20Menteri Agama : Beli Tiket, Mungkin Saja FPI Mau Menyaksikan Sendiri Konser Lady..
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






