Berita Lainnya
Dahlan Iskan : Merpati Tidak Sehat, Utangnya Banyak, Tidak Layak Digerojok 250 Miliar
Jakarta, Seruu.com - Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menilai PT Merpati Nusantara Airlines tidak sehat secara korporasi dengan indikator kerugian "Jembatan Nusantara" ini sebanyak Rp2 miliar perhari alias Rp730 setahun jika itu terjadi simultan selama 365 hari. "Utang-utangnya kan banyak. Merpati itu secara teknis sudah tidak sehat lagi," katanya, usai menghadiri Rapat Pimpinan di Kantor Pusat PANN Multifinance, di Jakarta, Selasa (22/5/2012). Selengkapnya
Garuda Siap Tambah Rute Penerbangan dan Armada
Seruu.com - Demi mencapai target pertumbuhan jumlah penumpang sebanyak 45 juta pada 2015, PT Garuda Indonesia menjalankan strategi penambahan armada dan rute penerbangan. Target perolehan penumpang tersebut terdiri atas 35,20 juta penumpang Garuda Indonesia dan 9,8 juta penumpang Citilink, unit bisnis low cost carrier Garuda. Selengkapnya
Pemerintah Keluarkan Izin Impor Garam Konsumsi
Jakarta Seruu.com - Pemerintah akan mengeluarkan izin impor garam konsumsi pada akhir Februari 2012, setelah menghitung kembali stok garam dalam negeri serta memastikan importir dan produsen menyerap stok yang ada.
"Kami akan mengeluarkan izin impornya, tapi setelah dipastikan stok petani dan pedagang diserap," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh di Jakarta, Jumat (17/2/2012).
Ia menjelaskan, pemerintah hanya mengizinkan impor garam dilakukan sebelum panen garam tahun ini mulai.
Pemerintah juga akan memastikan tidak ada lagi garam impor yang masuk satu bulan sebelum panen raya garam tahun 2012.
"Kalau Badan Meteorologi dan Geofisikan memperkirakan panen bisa mulai Juli ya (impor) akan kami stop, tapi kalau mundur kami bisa perpanjang untuk menambah kebutuhan sampai Juli," katanya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, pemerintah akhirnya memutuskan mengizinkan impor garam konsumsi karena menurut perhitungan stok garam yang pada Desember 2011 hanya 306.000 ton tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan garam konsumsi sampai musim panen garam tiba.
Pemerintah, ia melanjutkan, menghitung kebutuhan impor garam konsumsi berdasarkan data produksi garam nasional tahun 2011 sebanyak 1,1 juta ton, impor garam sebanyak 900.000-an ton serta data-data stok garam dari kementerian dan dinas terkait di daerah.
"Kalau kebutuhan garam konsumsi sekitar 120.000 ton per bulan maka dengan stok 306.000 ton stok yang ada hanya cukup sampai pertengahan bulan Maret menurut hasil kajian ulang," katanya.
Biasanya, ia mengatakan, panen garam mulai bulan Juli dan memasuki masa panen raya sekitar bulan Agustus.
Berdasarkan kondisi tersebut pemerintah akan memberikan izin impor untuk memenuhi kebutuhan garam selama bulan Januari sampai Juni, sebelum petani mulai memanen garam.
Menurut Deddy, pemerintah paling tidak harus memberikan izin impor garam konsumsi untuk memenuhi kebutuhan selama 4,5 bulan atau sekitar 500.000 ton.
"Cuma, karena perkiraan stok cukup sampai pertengahan Maret, kami akan memastikan importir dan produsen menyerap garam milik petani dan pedagang. Kami minta dinas di daerah mengidentifikasi stok garam yang ada, lalu dipertemukan dengan importir atau produsen supaya bisa diserap," katanya.[ant]
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






