Seruu Radio   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Games   Bursa   GaulSeruu Hari ini: Rabu, 23 Mei 2012 09:35

Berita Lainnya

Nilai TUkar Rupiah Terhadap Dolar AS Menguat 20 Poin
Selasa, 22 Mei 2012 - 10:25

Jakarta, Seruu.com - Mata uang rupiah bergerak menguat 20 poin terhadap dolar AS pada Selasa pagi searah dengan beberapa nilai tukar Asia lainnya. Selengkapnya

Dijamin Dapat Pinjaman Tanpa Bunga Tanpa Agunan (PTBTA), USPI Buka Peluang Untuk 8000 Pedagang
Senin, 21 Mei 2012 - 23:42

Jakarta, Seruu.com - Usaha Sosial Produktif Indonesia (USPI) meluncurkan program baru bertajuk Master-g Uspi2gether, yang akan menghimpun 8000 pedagang dengan menyerap sekitar 1,6 juta konsumen. Master-g Uspi2gether adalah wadah penggalangan dan keterpaduan empat komponen pelaku utama ekonomi, yakni produsen, pedagang, konsumen dan pekerja. Selengkapnya

Eva Desak Pemerintah Keluarkan Indonesia Dari Daftar Hitam Negara Money Laundering

Minggu, 19 Februari 2012 - 18:47
Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari

Jakarta, Seruu.com - Pemerintah diminta untuk membuat terobosan dan kebijakan baru agar Indonesia bisa keluar dari daftar hitam negara-negara yang paling banyak melakukan praktik money laundering atau pencucian uang sebagaimana yang dirilis oleh badan pengawas pencucian uang internasional, Financial Action Task Force (FATF).

FATF dalam penelitiannya menyebut bahwa Indonesia masuk dalam daftar negara yang paling banyak melakukan praktek pencucian uang.

"Kebijakan dan terobosan baru misalnya pembuatan MoU antara PPATK dan penyidik-penyidik Polri guna memastikan bahwa tiap laporan PPATK harus ditindaklanjuti penyidik," kata anggota DPR RI, Eva Kusuma Sundari kepada wartawa di Jakarta, Minggu (19/2/2012).

Ia menambahkan, masuknya Indonesia dalam daftar negara-negara yang banyak melakukan praktik pencucian uang tak lepas dari kinerja penegakkan hukum yang lemah. "Dilengkapi dengan absennya komitmen politik dari para pejabat untuk menumpas radikalisasi merupakan penyebab utama," kata Eva.

Menurut dia, Indonesia disejajarkan dengan Pakistan, Iran, Ghana dengan alasan gagal memenuhi standar internasional terutama karena tidak dapat mengatasi aliran dana ke kelompok terorisme merupakan set back. "Hal ini menunjukkan pemerintah tidak melakukan upaya yang berarti bagi upaya deradikalisasi," kata Eva. [ms]

Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Diskusikan pendapat Anda dan berinteraksi dengan pembaca lain di Komunitas GaulSeruu
Segera bergabung dan manfaatkan seluruh fasilitas yang gaul dan canggih gratis disini

Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
      
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8