Berita Lainnya
Wisatawan Tewas Terseret Arus Di Bali
Bali, Seruu.com - Pierre Wilson, 30 wisatawan asal Haiti. Yang sebelumnya dikabarkan hilang sabtu (23/10) kemarin, akhirnya ditemukan tewas di pantai Peti Tengat, Kuta Utara, Badug, Bali. Salah seorang kerabat korban menceritakan sebelum tewas Pierre Wilson sempat berenang dipantai yang sama, namun tiba-tiba korban terseret arus dan kemudian hilang ditelan laut.Korban ditemukan pada pukul 08.30 WITA pagi tadi, oleh tim Patroli Balawisata. Tim Balawisata sempat melakaukan pencarian selama setengah hari, menurut Made Widana staff operasional BASARNAS korban ditemukan 30 kilometer dari lokasi tenggelam. Selengkapnya
Aksi Menolak INCO Meluas, Warga Blokir Jalan dan Sweeping Truk INCO di Luwu Timur
Luwu, Seruu.com - Aksi unjukrasa warga terhadap keberadaan PT. Vale INCO di Sulawesi terus berlanjut dan meluas. Setelah sebelumnya terjadi pembakaran terhadap kantor dan mes PT INCO di Kabupaten Morowali hari ini, Rabu (15/2/2012) ratusan massa yang tergabung dalam masyarakat peduli lingkungan (Mapli) dan Rakyat menggugat Luwu Timur, melakukan aksi blokir jalan di pertigaan jalan poros Towuti-Sorowako, Luwu Timur.
Selain berorasi, puluhan massa yang mengenakan seragam bertuliskan rakyat menggugat ini juga mencegat dan menahan seluruh kendaraan operasional milik PT Vale Indonesia (dulunya PT Inco) baik dari arah Malili maupun Sorowako.
“Seluruh kendaraan perusahaan PT Vale Indonesia terutama yang memuat material tambang terpaksa kami perintahkan kembali hingga tuntutan kami dipenuhi pihak manajemen," ujar koordinator aksi Andi Baharuddin.
Adapun poin tuntutan Mapli diantaranya desakan penurunan emisi SO2 (sulfur) yang dinilai telah melewati ambang batas toleransi, penyaluran dan comdev yang hanya dinikmati sekelompok orang serta rekruitmen tenaga kerja lokal pada program pelatihan dan pendidikan industri (PPI) yang dikelolah oleh PT Vale Indonesia.
“Akibat emisi S02 PT Vale Indonesia yang sudah diambang batas mengakibatkan tanaman pertanian masyarakat seperti merica dan kakao mati. Begitupun di sektor perikanan, banyak ikan yang dibudidayakan warga mati akibat rembesan air (limbah) yang mencemarinya," lanjut Baharuddin.
Massa mengancam akan terus melakukan aksi demonstrasi hingga tuntutan mereka dipenuhi manajemen perusahaan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari manajemen PT Inco terkait tuntutan tersebut. [ndis]
- 14/05/2012 20:13DPD RI : Pemerintah Langgar UU Minerba
- 14/05/2012 18:37DPD : SBY Abaikan Konstitusi Terkait Renegoisasi Kontrak Karya, Bisa Berujung Im..
- 14/05/2012 16:55Kelambanan Renegoisasi Kontrak Karya Rugikan Negara!
- 11/05/2012 22:18Marwan Batubara : Renegoisasi KK Lamban Karena Pemerintah Tidak Berdaya!
- 11/05/2012 22:15Jepang Nasionalisasi Perusahaan Listrik
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






