Seruu Radio   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Games   Bursa   GaulSeruu Hari ini: Rabu, 23 Mei 2012 09:46

Berita Lainnya

Wisatawan Tewas Terseret Arus Di Bali
Minggu, 24 Oktober 2010 - 13:16

Bali, Seruu.com - Pierre Wilson, 30 wisatawan asal Haiti. Yang sebelumnya dikabarkan hilang sabtu (23/10) kemarin, akhirnya ditemukan tewas di pantai Peti Tengat, Kuta Utara, Badug, Bali. Salah seorang kerabat korban menceritakan sebelum tewas Pierre Wilson sempat berenang dipantai yang sama, namun tiba-tiba korban terseret arus dan kemudian hilang ditelan laut.Korban ditemukan pada pukul 08.30 WITA pagi tadi, oleh tim Patroli Balawisata. Tim Balawisata sempat melakaukan pencarian selama setengah hari, menurut Made Widana staff operasional BASARNAS korban ditemukan 30 kilometer dari lokasi tenggelam. Selengkapnya

Home » Utama »

Aksi Menolak INCO Meluas, Warga Blokir Jalan dan Sweeping Truk INCO di Luwu Timur

Rabu, 15 Februari 2012 - 11:37 · Topik: nasionalisasi-asset
Warga dari Rakyat Menggugat yang melakukan Sweeping terhadap Truk INCO
Seluruh kendaraan perusahaan PT Vale Indonesia terutama yang memuat material tambang terpaksa kami perintahkan kembali hingga tuntutan kami dipenuhi pihak manajemen," ujar koordinator aksi Andi Baharuddin.

Luwu, Seruu.com - Aksi unjukrasa warga terhadap keberadaan PT. Vale INCO di Sulawesi terus berlanjut dan meluas. Setelah sebelumnya terjadi pembakaran terhadap kantor dan mes PT INCO di Kabupaten Morowali hari ini, Rabu (15/2/2012) ratusan massa yang tergabung dalam masyarakat peduli lingkungan (Mapli) dan Rakyat menggugat Luwu Timur, melakukan aksi blokir jalan di pertigaan jalan poros Towuti-Sorowako, Luwu Timur.

Selain berorasi, puluhan massa yang mengenakan seragam bertuliskan rakyat menggugat ini juga mencegat dan menahan seluruh kendaraan operasional milik PT Vale Indonesia (dulunya PT Inco) baik dari arah Malili maupun Sorowako.

“Seluruh kendaraan perusahaan PT Vale Indonesia terutama yang memuat material tambang terpaksa kami perintahkan kembali hingga tuntutan kami dipenuhi pihak manajemen," ujar koordinator aksi Andi Baharuddin.

Adapun poin tuntutan Mapli diantaranya desakan penurunan emisi SO2 (sulfur) yang dinilai telah melewati ambang batas toleransi, penyaluran dan comdev yang hanya dinikmati sekelompok orang serta rekruitmen tenaga kerja lokal pada program pelatihan dan pendidikan industri (PPI) yang dikelolah oleh PT Vale Indonesia.

“Akibat emisi S02 PT Vale Indonesia yang sudah diambang batas mengakibatkan tanaman pertanian masyarakat seperti merica dan kakao mati. Begitupun di sektor perikanan, banyak ikan yang dibudidayakan warga  mati akibat rembesan air (limbah) yang mencemarinya," lanjut Baharuddin.

Massa mengancam akan terus melakukan aksi demonstrasi hingga tuntutan mereka dipenuhi manajemen perusahaan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari manajemen PT Inco terkait tuntutan tersebut. [ndis]

Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Diskusikan pendapat Anda dan berinteraksi dengan pembaca lain di Komunitas GaulSeruu
Segera bergabung dan manfaatkan seluruh fasilitas yang gaul dan canggih gratis disini

Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
      
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8