Berita Lainnya
Wisatawan Tewas Terseret Arus Di Bali
Bali, Seruu.com - Pierre Wilson, 30 wisatawan asal Haiti. Yang sebelumnya dikabarkan hilang sabtu (23/10) kemarin, akhirnya ditemukan tewas di pantai Peti Tengat, Kuta Utara, Badug, Bali. Salah seorang kerabat korban menceritakan sebelum tewas Pierre Wilson sempat berenang dipantai yang sama, namun tiba-tiba korban terseret arus dan kemudian hilang ditelan laut.Korban ditemukan pada pukul 08.30 WITA pagi tadi, oleh tim Patroli Balawisata. Tim Balawisata sempat melakaukan pencarian selama setengah hari, menurut Made Widana staff operasional BASARNAS korban ditemukan 30 kilometer dari lokasi tenggelam. Selengkapnya
Armida: Konversi BBM ke BBG adalah Keharusan
Jakarta, Seruu.Com - Beban anggaran untuk bahan bakar minyak semakin berat bagi negara. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida S Alisjahbana, menegaskan, konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG) adalah keharusan, baik untuk jangka panjang maupun menengah.
"Konversi BBM itu harus dilakukan, baik untuk jangka panjang maupun menengah. Coba tengok negara lain, mereka juga melakukan konversi. Sekarang kita utamakan untuk sarana transportasi lebih dulu," kata Armida usai melantik Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin, di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (21/2).
Menurut Armida, opsi-opsi terkait kenaikan harga maupun pembatasan BBM adalah satu paket. "Opsi-opsi tersebut harus dikaji dengan cermat karena asumsi makro saat ini sudah berubah," katanya.
Armida menjelaskan akan ada sedikit penambahan dalam APBN karena kini harga minyak mentah Indonesia (ICP) sudah di atas 110 dolar Amerika Serikat, sedangkan asumsinya adalah 90 dolar Amerika Serikat.
Sementara itu, di tempat yang sama, Suryamin menambahkan pihaknya tengah mengkaji dampak kenaikan harga maupun pembatasan BBM terhadap tingkat inflasi.
"Saat ini kami sedang mengkaji dampak kenaikan harga BBM kalau naik sebesar Rp500 per liter. Sudah jelas akan berdampak ke arah inflasi. Kalau harga BBM naik, harga-harga lain juga pasti akan ikut naik," kata Suryamin.
Terkait pembatasan BBM, Suryamin mengaku masih belum memiliki data mengenai total pengguna premium dan pertamax di pasaran, sehingga sulit untuk melakukan perhitungan. [ant]
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






