Seruu Radio   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Games   Bursa   GaulSeruu Hari ini: Rabu, 23 Mei 2012 10:07

Berita Lainnya

Skandal Century, KPK Kembali Agendakan Pertemuan Dengan Timwas
Selasa, 22 Mei 2012 - 21:52

Jakarta, Seruu.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi SP mengatakan bahwa pihaknya akan kembali menggelar pertemuan dengan tim pengawas (Timwas) skandal Century. Selengkapnya

Kasus Hambalang, KPK Pastikan Periksa Menteri Andi Kamis Besok
Selasa, 22 Mei 2012 - 20:26

Jakarta, Seruu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan memeriksa Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng terkait kasus proyek pembangunan Sport Center, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.  Selengkapnya

Mabes Polri Bersikeras Korban Tewas ke Tiga Versi Komnas HAM Karena Sakit Bukan Dianiaya Polisi

Jumat, 6 Januari 2012 - 11:32 · Topik: konflik-tambang-emas

Jakarta, Seruu.com - Mabes Polri baru mendapatkan data soal seorang warga lain yang meninggal pada hari pembubaran unjuk rasa di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, 24 Desember 2011. Namun, warga bernama Syarifuddin Arrahman itu dinyatakan meninggal karena sakit dan dia tidak ikut berunjuk rasa.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution mengatakan, data itu sekaligus mengklarifikasi temuan Komnas HAM yang menyebut korban tewas di Bima tiga orang. Sedangkan sejak awal Polri menyebutkan korban tewas dua orang. 

"Hasil penyelidikan Polri melalui kerjasama dengan bidan desa, dokter puskesmas dan dokter kesehatan Polri termasuk RS Bima, pada 24 Desember 2011 ada satu orang meninggal dunia di Dusun Soro Kecamatan Lambu atas nama Syarifuddin Arrahman 32 tahun. Meninggal karena sakit perut," kata Saud di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (5/1).

Keterangan bahwa Syarifuddin sakit perut didapat dari kakaknya, Hasanuddin. Sang kakak mengatakan adiknya sakit sejak Sabtu pagi dan tidak keluar rumah sama sekali. "Meninggal sekitar pukul 3 sore. Dan kakaknya ini mendampingi adiknya di rumah karena tidak dibawa ke rumah sakit," jelas Saud.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh mengatakan, pihaknya tetap menyakini korban tewas akibat unjuk rasa di Bima adalah tiga orang. Hal itu didapat dari penyelidikan dan pemantauan yang dilakukan lembaga tersebut. [ms]

Rating artikel: icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full (1 rates)
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Diskusikan pendapat Anda dan berinteraksi dengan pembaca lain di Komunitas GaulSeruu
Segera bergabung dan manfaatkan seluruh fasilitas yang gaul dan canggih gratis disini

Lihat 1 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

avatar
Harmain Sitanggang
Jumat, 6 Januari 2012 - 11:45
Beginilah model pjabat polisi di Indonesia, bisanya cuma menyangkal dan mencari-cari dalih dan alasan. Dan yang lebih "hebat" lagi...beraninya cuma sama rakyat sendiri. Untuk menembak kapal malaysia yang jelas2 melanggar batas wilayah, aparat Indonesia sama sekali tidak berani dengan alasan harus meminta izin Presiden, tapi untuk menembak dan MEMBUNUH rakyat sendiri tidak perlu izin Presiden dan dilakukan dengan GAGAH BERANI. Dan sang Kapolri dengan GAGAHNYA dengan kumisnya yang menyeramkan berkata sudah sesuai prosedur alias PROTAP....(geleng-geleng kepala sajalah....)
Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
      
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8