Berita Lainnya
Skandal Century, KPK Kembali Agendakan Pertemuan Dengan Timwas
Jakarta, Seruu.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi SP mengatakan bahwa pihaknya akan kembali menggelar pertemuan dengan tim pengawas (Timwas) skandal Century. Selengkapnya
Kasus Hambalang, KPK Pastikan Periksa Menteri Andi Kamis Besok
Jakarta, Seruu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan memeriksa Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng terkait kasus proyek pembangunan Sport Center, Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Selengkapnya
Menghadap Menkopolhukam, 13 Pimpinan Ormas Besar Minta Ormas Islam Anarkis Dibubarkan
Jakarta, Seruu.com - Sebanyak 13 pimpinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam, Kamis (23/2) melakukan silaturahmi ke Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Djoko Suyanto. Kedatangan mereka untuk melaporkan berdirinya Forum Persahabatan Antar Ormas Islam (FPAOI), serta memberikan dukungan kepada Pemerintah untuk terus tegas terhadap keberadaan Ormas Islam radikal.
"Dulu waktu menghadap Presiden belum berbentuk forum, nah sekarang sudah dan kami ingin Menkopolkam mengetahuinya," kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj, yang didaulat menjadi juru bicara FPAOI di kantor Kemenkopolkam, Kamis (23/2/2012).
Selain NU, 12 Ormas lainnya adalah Al Irsyad, Al Ittihadiyah, Al Wasliyah, Muhammadiyah, Perti, Syarikat Islam Indonesia, Rabithal Alawiyah, Mathlaiul Anwar, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Persis dan Az Zikro.
"Tadi kami tegaskan untuk bersama-sama Pemerintah memberdayakan masyarakat. Kami juga berikan dukungan ke Pemerintah, tapi kami juga akan mengkritik jika Pemerintah sudah melenceng," tambah Kiai Said.
Mengenai keberadaan Ormas Islam radikal, FPAOI juga menegaskan tidak sependapat. Bahkan dalam pertemuan dengan Menkopolkam, Pemerintah didesak untuk tidak segan bertindak tegas melakukan pembubaran.
"Saya tidak menyebut nama FPI. Tapi yang jelas ormas yang diindikasikan akan menimbulkan keresahan, melakukan teror, harus dibubarkan. Ini termasuk premanisme," tandas Kiai Said.
FPAOI, masih kata Kiai Said, akan berusaha memberikan pencerahan ke masyarakat agar bisa membedakan Islam radikal dan yang tidak. Pencerahan yang sama akan disampaikan untuk membedakan Ormas yang mencoreng Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). [ms]




(1 rates)- 22/02/2012 20:12Pemprov Kalteng Resmi Tolak FPI
- 21/02/2012 18:53Mendagri Kembali Ancam FPI
- 20/02/2012 15:34Pertanyakan Peristiwa Kalteng, FPI Geruduk Kejagung
- 20/02/2012 11:31Munarman : Demokrat Lebih Pantas Dibubarkan Dibanding FPI
- 19/02/2012 17:58Din Syamsuddin : Ormas Jangan Terjerumus Perilaku Kekerasan
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






