Berita Lainnya
Skandal Century, KPK Kembali Agendakan Pertemuan Dengan Timwas
Jakarta, Seruu.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi SP mengatakan bahwa pihaknya akan kembali menggelar pertemuan dengan tim pengawas (Timwas) skandal Century. Selengkapnya
Kasus Hambalang, KPK Pastikan Periksa Menteri Andi Kamis Besok
Jakarta, Seruu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan memeriksa Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng terkait kasus proyek pembangunan Sport Center, Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Selengkapnya
Terkait Wisma Atlet, Din Syamsuddin 'Tantang' Anas Buka-Bukaan di KPK
Jakarta, Seruu.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin menyebut kasus suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya. Menurut Din, kalau perlu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemanggilan terhadap orang-orang yang disebut Nazaruddin dan Mindo Rosalina Manulang dalam kesaksiannya.
Bahkan, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, menurut Din harus ikut bersuara, terkait kasus yang menjerat mantan anak buahnya itu.
Din juga mengaku tidak mengerti prihal pertemuan Nazaruddin dengan SBY sebelum mantan Bendahara Umum Demokrat itu melarikan diri ke luar negeri.
"Kan Nazaruddin menghadap SBY sebelum pergi, kenapa itu ditutup-tutupi gitu, apa yang terjadi ?," kata Din usai acara Silaturahmi Tokoh Bangsa ke-3 dengan tema 'Problematika Bangsa dan Solusinya' di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (19/01/2012).
Diketahui, dalam tudingannya, Nazaruddin selalu menyebut Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum terlibat dalam kasus suap Wisma Atlet. Untuk itu, menurut Din apabila KPK memanggil Anas, maka yang bersangkutan harus membeberkan semua persoalan Wisma Atlet tersebut.
"Bila dia (Anas) dipanggil buka aja sebuka-bukanya, tentang apa yang terjadi sebenarnya, saya kira seorang Anas tidak akan tinggal diam kan, kalau dia nyanyi ngoceh dan menyebut nama-nama diatasnya KPK harus memanggil," tuturnya.
Selain itu, Din juga menyebut sangatlah tidak adil apabila hanya Anas yang dijadikan bidikan utama dalam kasus tersebut. Sebab, menututnya, Nazaruddin juga menyebut nama-nama lain selain mantan Ketua Umum PB HMI itu.
"Saya kasihan dia (Anas) jadi bidikan utama, saya tidak maksud mebela-bela, tapi rasanya ada ketidakadilan ko dia sendiri, sementara Nazaruddin sudah menyebut nama-nama lain," tandasnya. [nurholis]
- 16/05/2012 20:37Wamenkumham Soal Bebas Bersyarat Rosa : Kalau Memenuhi Syarat Kenapa Tidak Boleh..
- 16/05/2012 13:16Terkait Nazaruddin, KPK Panggil Bos Pacific Putra Metropolitan Sebagai Saksi
- 14/05/2012 22:49Ternyata LPSK Minta Rosa Dibebaskan Sejak Bulan Lalu
- 14/05/2012 15:26Abraham Samad : Kasus Wisma Atlet Belum Final
- 08/05/2012 20:39IPW Cium Intervensi Mabes Polri Dalam Kasus Yulianis
Lihat 1 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






