Seruu Radio   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Games   Bursa   GaulSeruu Hari ini: Rabu, 23 Mei 2012 10:22

Berita Lainnya

Indonesia Ikuti Pameran Kelautan International Untuk Perkuat Eksistensinya
Minggu, 20 Mei 2012 - 17:42

Jakarta, Seruu.com - Pemerintah Indonesia terus berupaya mempertahankan eksitensinya di mata dunia internasional sebagai sebuah negara bahari dan kepulauan terbesar di dunia serta memiliki keanekaragaman hayati laut terbesar (mega marine biodiversity) di dunia. Untuk itu, dibutuhkan sebuah strategi yang tepat dalam mempromosikan potensi laut Indonesia, disamping merebut peluang pasar produk perikanan di dunia internasional, salah satunya melalui keikutsertaan Indonesia dalam perhelatan akbar Expo 2012 Yeosu, Korea Selatan. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo yang diwakili oleh Inspektur Jenderal KKP, Andha Fauzie Miraza  pada saat menghadiri dan merayakan Nasional Day Indonesia hari ini (20/5/2012) di Paviliun Indonesia,  mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam ajang ini adalah untuk membangun sebuah hubungan dan jejaring kerja sama internasional serta semua unsur yang terkait didalamnya. Ia juga berharap potensi sektor kelautan dan perikanan Indonesia dapat menjadi arus utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam mendukung keamanan pangan. Selengkapnya

PMI Banyumas Gelar Aksi Tebar 10 Ribu Benih Ikan Sungai Tanjlig
Selasa, 8 Mei 2012 - 12:32

Purwokerto, Seruu.com - Sekitar 200 relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Banyumas menggelar aksi tebar 10 ribu benih ikan di Sungai Tanjlig, Purwokerto, Selasa, sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Selengkapnya

KKP Musnahkan 28 Ton Ikan Impor

Rabu, 8 Februari 2012 - 12:58
Ilustrasi, pelelangan ikan nelayan

Jakarta, Seruu.com - Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Syamsul Maarif memusnahkan 28 ton ikan di dalam 2.800 karton ikan impor asal China. Jenis ikan yang dimusnahkan tersebut adalah jenis makarel beku atau frozen mackerel (Restrelliger kanagurta). Ikan-ikan yang diimpor oleh PT Hong 777 dari China pada bulan maret 2011 tersebut dimusnahkan kemarin siang melalui pembakaran dengan incenerator PT Jasa Medivest-Kerawang Jawa Barat.

Lebih Lanjut Syamsul menyebut bahwa puluhan ton makarel beku tersebut dimusnahkan lantaran tidak memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 15/2011 tentang pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan  yang masuk ke dalam wilayah RI. Persyaratan yang tidak dipenuhi tersebut adalah tidak ada ijin/rekomendasi dari DJP2HP.

"Pemusnahan ikan impor tidak berizin ini menjadi bukti bahwa KKP di bawah kepemimpinan Bapak Sharif C. Sutardjo melakukan kontrol dan pengawasan ketat terhadap impor ikan. Langkah ini juga merupakan bagian dari perlindungan terhadap produksi para nelayan dan konsumen di dalam negeri," tegas Syamsul

Di tahun 2012 hingga Februari ini, KKP telah menolak ikan impor sebanyak 353,20 ton. Ikan-ikan impor tersebut terdiri dari berbagai jenis, yakni teri segar, kembung beku, cumi beku, mackerel, sardines, dan octopus. Penolakan terhadap berbagai jenis ikan impor tersebut disebabkan oleh beberapa alasan. Misalnya, tidak memenuhi persyaratan perizinan, terkontaminasi penyakit ikan karantina dan tercemar bahan berbahaya seperti formalin.

Penolakan ikan impor yang tidak sesuai perizinan tersebut  dilakukan di beberapa Stasiun Karantina Ikan (SKI), seperti SKI Kelas II Entikong, SKI Kelas I Lampung, SKI Kelas I Belawan Medan II, dan Balai Karantina Ikan (BKI) Kelas I Tanjung Perak, Surabaya.

Sepanjang tahun 2011, BKIPM melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) telah melakukan penolakan impor ikan sebanyak  97,31 ton dan 200.181 ekor. Dengan jenis komoditi, antara lain udang, mackerel, patin beku, teri kering, salmon, lele, bawal beku, tongkol beku, Kembung.

Sharif berharap melalui tindakan tegas ini ketentuan tentang persyaratan dan tata cara importansi sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 15 tahun 2011 dapat dipahami dan dilaksanakan oleh semua pemangku kepentingan,

"Dengan demikian, harapan untuk dapat diperolehnya hasil perikanan yang memenuhi syarat dapat terwujud," tandasnya. [ms]

Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Diskusikan pendapat Anda dan berinteraksi dengan pembaca lain di Komunitas GaulSeruu
Segera bergabung dan manfaatkan seluruh fasilitas yang gaul dan canggih gratis disini

Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
      
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8