Berita Lainnya
Indonesia Ikuti Pameran Kelautan International Untuk Perkuat Eksistensinya
Jakarta, Seruu.com - Pemerintah Indonesia terus berupaya mempertahankan eksitensinya di mata dunia internasional sebagai sebuah negara bahari dan kepulauan terbesar di dunia serta memiliki keanekaragaman hayati laut terbesar (mega marine biodiversity) di dunia. Untuk itu, dibutuhkan sebuah strategi yang tepat dalam mempromosikan potensi laut Indonesia, disamping merebut peluang pasar produk perikanan di dunia internasional, salah satunya melalui keikutsertaan Indonesia dalam perhelatan akbar Expo 2012 Yeosu, Korea Selatan. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo yang diwakili oleh Inspektur Jenderal KKP, Andha Fauzie Miraza pada saat menghadiri dan merayakan Nasional Day Indonesia hari ini (20/5/2012) di Paviliun Indonesia, mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam ajang ini adalah untuk membangun sebuah hubungan dan jejaring kerja sama internasional serta semua unsur yang terkait didalamnya. Ia juga berharap potensi sektor kelautan dan perikanan Indonesia dapat menjadi arus utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam mendukung keamanan pangan. Selengkapnya
Purwokerto, Seruu.com - Sekitar 200 relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Banyumas menggelar aksi tebar 10 ribu benih ikan di Sungai Tanjlig, Purwokerto, Selasa, sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Selengkapnya
Pemerintah Tutup Perusahaan Importir Ikan Berformalin
Surabaya, Seruu.com - Pemerintah telah menutup beberapa perusahaan di Indonesia yang mengimpor ikan yang mengandung formalin. Hal ini dikatakan oleh Menteri Perikanan dan Kelautan Sjarif Tjitjip Soetardjo saat menghadiri Rapimnas Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) di Surabaya, Jumat(17/2/2012).
Pria yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengungkapkan bahwa pemerintah sudah memulangkan 120 ton ikan yang mengandung formalin ke Pakistan sebagai Negara asal ikan tersebut didatangkan. “Beberapa hari lalu sudah dipulangkan dan jangan sampai masuk ke Indonesia,” ujarnya.
Dijelaskan oleh pria yang akrab dipanggil Tjitjip ini, tak hanya ikan yang diimport ke Indonesia, pemerintah juga menangkap pengiriman ikan berformalin antar pelabuhan.” Saat berada di pelabuhan itu tidak ada formalinnya namun ketika dikeluarkan dari pelabuhan diberi formalin oleh perusahaan pengirim. Ini yang kami tangkap juga dan kami cabut ijinnya,”lanjutnya.
Menteri Perikanan dan Kelautan, Sjarif Tjitjip Soetardjo mengakui bahwa banyaknya penggunaan formalin untuk melakukan pengawetan ikan, namun kalau berlebihan akan berbahaya apabila dikonsumsi masyarakat
Sementara itu, ketika dikonfirmasi jumlah perusahaan yang sudah ditutup, Menteri Perikanan dan Kelautan Sjarif Tjitjip Soetardjo mengatakan di Jakarta ada 6 perusahaan, Semarang ada 5 dan beberapa daerah lainnya. [yud]
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






