Berita Lainnya
Indonesia Ikuti Pameran Kelautan International Untuk Perkuat Eksistensinya
Jakarta, Seruu.com - Pemerintah Indonesia terus berupaya mempertahankan eksitensinya di mata dunia internasional sebagai sebuah negara bahari dan kepulauan terbesar di dunia serta memiliki keanekaragaman hayati laut terbesar (mega marine biodiversity) di dunia. Untuk itu, dibutuhkan sebuah strategi yang tepat dalam mempromosikan potensi laut Indonesia, disamping merebut peluang pasar produk perikanan di dunia internasional, salah satunya melalui keikutsertaan Indonesia dalam perhelatan akbar Expo 2012 Yeosu, Korea Selatan. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo yang diwakili oleh Inspektur Jenderal KKP, Andha Fauzie Miraza pada saat menghadiri dan merayakan Nasional Day Indonesia hari ini (20/5/2012) di Paviliun Indonesia, mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam ajang ini adalah untuk membangun sebuah hubungan dan jejaring kerja sama internasional serta semua unsur yang terkait didalamnya. Ia juga berharap potensi sektor kelautan dan perikanan Indonesia dapat menjadi arus utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam mendukung keamanan pangan. Selengkapnya
Purwokerto, Seruu.com - Sekitar 200 relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Banyumas menggelar aksi tebar 10 ribu benih ikan di Sungai Tanjlig, Purwokerto, Selasa, sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Selengkapnya
Warga Tolak lahan 350 Hektar Untuk Program Pengayaan Hutan
Tarutung, Sumut Seruu.com - Sejumlah warga Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menyampaikan penolakan atas program pengayaan hutan oleh Dinas Kehutanan setempat, dengan alasan lahan seluas 350 hektar yang dijadikan lokasi pembibitan tersebut telah mereka usahai sejak ratusan tahun lalu.
"Keresahan masyarakat muncul sejak Dinas Kehutanan setempat hendak melaksanakan program pembibitan di lokasi tersebut tanpa sepengetahuan mereka sebagai pemilik hak atas tanah adat dimaksud," kata juru bicara Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM), Parsaoran Simanjuntak di Tarutung, Jumat.
Untuk itu, kata dia, sejumlah 14 orang utusan Aliansi Masyarakat Adat Bona Ni Dolok, yakni Desa Siabal-abal IV, Desa Siabal-abal III, Desa Sabungan ni Huta II, III, IV, V) bersama lembaga pendamping dari KSPPM serta Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak, telah beraudiensi ke kantor DPRD Tapanuli Utara, Rabu (8/2).
Menurutnya, warga desa telah memiliki lahan yang letaknya di tombak Tano Magege, Batu Garaga, dan Tano Mangipul itu, sejak zaman nenek moyang mereka dan mengusahainya sebagai kebun kemenyan.
Parsaoran menyebutkan, kehadiran mereka diterima Ketua DPRD Tapanuli Utara, Fernando SImanjuntak, Ketua Komisi C, Poltak Sipahutar, Sekretaris Komisi C, Poltak Pakpahan, dan satu orang anggota komisi lainnya.
Ketua DPRD Tapanuli Utara, Fernando Simanjuntak menanggapi pengaduan masyarakat tersebut dan menyebutkan, langkah yang mereka tempuh dengan mendatangi lembaga DPRD sudah cukup tepat.
Dikatakan, pada prinsipnya DPRD Tapanuli Utara, akan berupaya menjelaskan serta memfasilitasi pertemuan antara Dinas Kehutanan dan masyarakat, sebab pada dasarnya kehutanan dibentuk untuk melayani masyarakat bukan untuk merusak dan menyakiti hati masyarakat.
"Hanya saja, kita harus objektif dalam mendapatkan informasi yang jelas dari masyarakat dan jangan hanya karena adanya pihak-pihak lain yang memprovokasi perjuangan masyarakat," katanya.
Oleh karena itu, lanjutnya, dalam waktu dekat pihaknya berjanji akan meminta penjelasan Dinas Kehutanan setempat dan selanjutnya baru mengundang masyarakat secara bersama-sama dengan Dinas bersangkutan.
Ketua komisi C, Poltak Sipahutar menambahkan, pihak DPRD siap mengawal pengaduan masyarakat tersebut dan akan segera menindaklajutinya.
Namun, kata dia, perlu adanya data-data yang jelas tentang surat menyurat serta data lainnya serta menekankan agar masyarakat tidak melakukan tindakan-tindakan yang melawan hukum.
Sebelumnya, pada 22 Nopember 2011, pihak Dinas Kehutanan telah melakukan sosialisasi Program Pengayaan Hutan yang akan dilaksanakan di tanah negara seluas 350 hektar, yang kemudian statusnya dipersoalkan oleh Aliansi Masyarakat Adat Bona Ni Dolok.[ant/ast]
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






