Seruu Radio   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Games   Bursa   GaulSeruu Hari ini: Rabu, 23 Mei 2012 10:42

Berita Lainnya

Halim Perdana Kusuma Mulai Dipenuhi Keluarga Korban Shukoi
Rabu, 23 Mei 2012 - 09:56

Jakarta, Seruu.com - Keluarga korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet-100 mulai datang ke Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu (23/5/2012), untuk mengikuti upacara serah terima jenazah. Selengkapnya

Glenn Fredly : Penolakan Lady Gaga Juga Bagian Dari Demokrasi Yang Kita Pilih!
Selasa, 22 Mei 2012 - 22:49

Jakarta, Seruu.com - Penyanyi asal Ambon Maluku Glenn Fredly berharap konser Lady Gaga di Gelora Bung Karno (GBK) 3 Juni mendatang tetap terlaksana. Menurutnya, pelarangan Lady Gaga karena alasan akan merusak moral bangsa sangat berlebihan. Selengkapnya

Daripada Beli, SBY Disarankan Sewa Pesawat

Minggu, 19 Februari 2012 - 18:39 · Topik: turunkan-sby
Ridwan Darmawan Wakil Ketua Bidang Politik Hukum dan Jaringan IHCS (Indonesia Human Rights Committee for Social Justice)

Jakarta, Seruu.com - Tim Advokasi Koalisi APBN untuk Kesejahteraan Rakyat menilai rencana pembelian pesawat kepresidenan seharga Rp912.095.606.100 adalah sebuah pemborosan. Pemerintah lebih baik menyewa pesawat daripada membeli baru pesawat terbang jenis Boeing 737-800 Business Jet 2.

"Menyewa pesawat Garuda tidaklah merugikan keuangan negara karena Garuda adalah BUMN sehingga pemasukan Garuda adalah penerimaan negara. Pengeluaran uang sewa pesawat tergantung dari frekuensi pemakaian. Jika tidak dipakai akan banyak memakan biaya. Dan membeli pesawat produksi Boeing tidak menghargai produk dalam negeri sekaligus anti industri nasional karena negara kita memiliki indutri strategis perakitan pesawat yakni PT. Dirgantara Indonesia," ujar Ridwan Darmawan, Wakil Ketua Bidang Politik Hukum dan Jaringan IHCS (Indonesia Human Rights Committee for Social Justice), di Jakarta, Minggu ( 19/2/2012 ).

Atas dasar tersebut, Koalisi APBN memandang keinginan Presiden membeli pesawat kepresidenan dan telah disetujui oleh DPR tersebut merupakan pembohongan kepada publik, pemborosan, dan merugikan BUMN serta industri nasional dan penggunaan APBN yang tidak bisa dipertanggungjawabkan untuk kemakmuran rakyat.

Karenanya, mereka pun menyomasi Presiden RI, Mensesneg, Menkeu, dan juga DPR untuk membatalkan pembelian pesawat tersebut.

Ridwan menambahkan pembelian pesawat seharga hampir Rp1 triliun tersebut seharusnya justru bisa digunakan untuk menyejahterakan rakyat seperti memperbaiki sekitar 4.560 sekolah, membangun 9121 rumah sederhana, memberikan Jamkesmas kepada 11 juta penduduk miskin, dan satu juta raskin. [mus]

Rating artikel: icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full (1 rates)
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Diskusikan pendapat Anda dan berinteraksi dengan pembaca lain di Komunitas GaulSeruu
Segera bergabung dan manfaatkan seluruh fasilitas yang gaul dan canggih gratis disini

Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
      
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8