Seruu Radio   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Games   Bursa   GaulSeruu Hari ini: Rabu, 23 Mei 2012 10:48

Berita Lainnya

Upacara Serah Terima Jenazah Korban Sukhoi Telah Dilaksanakan di Halim
Rabu, 23 Mei 2012 - 10:37

Jakarta, Seruu.com - Pemerintah menyerahkan 45 jenazah korban kecelakaan pesawat komersial Sukhoi Superjet-100 kepada keluarga dalam sebuah upacara di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (23/5/2012) pagi. Selengkapnya

Halim Perdana Kusuma Mulai Dipenuhi Keluarga Korban Shukoi
Rabu, 23 Mei 2012 - 09:56

Jakarta, Seruu.com - Keluarga korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet-100 mulai datang ke Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu (23/5/2012), untuk mengikuti upacara serah terima jenazah. Selengkapnya

Komnas HAM: Freeport, 'Biang Keladi' Konflik Papua

Kamis, 3 November 2011 - 18:34 · Topik: papua
Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ifdhal Kasim

Jakarta, Seruu.com - Tanah Papua yang terus bergolak disebabkan karena adanya perlakuan diskriminatif yang dilakukan oleh pemerintah pusat terhadap masyarakat yang ada di daerah paling timur Indonesia itu.

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ifdhal Kamil. Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa konflik yang terjadi di Papua sangat kompleks sehingga membutuhkan pendekatan yang serius dari pemerintah.

"Di sana (Papua) sedang terjadi ketidakpuasan terhadap pemerintah dan perusahaan Freeport," kata Ifdhal kepada Seruu.com usai acara usai acara penyerahan Surat Keterangan Status 13 Korban Penghilangan Paksa periode 1997-1998 di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Kamis (03/11/2011).

"Orang Papua merasa diperlakukan tidak adil oleh Jakarta,"lanjutnya.

PT. Freeport menurut Ifdhal adalah salah satu 'biang keladi' dari kisruh yang terjadi di Papua. Dalam hal ini, konflik yang terjadi antara pekerja dengan manajemen Freeport telah memperkeruh suasana di Papua.

"Masalah Freeport yang berkaitan dengan masalah hubungan kerja, antara pekerja lokal dan perusahaan yang menuntut kenaikn upah, dan ada pekerja lain yang menuntut keamanan. Jadi ada masalah hubungan kerja dan masalah keamanan,"paparnya.

Akar konflik tersebut, menurut Ifdhal adalah persoalan ketidakpuasan dan ketidakadilan. Sehingga pemerintah pusat harus menyelesaikan masalah itu secara adil dan objektif.

"Masasalah-masalah inilah yang membuat Papua berkonflik terus, maka itu menurut saya, untuk menyelesaikan masalah ini harus diselesaikan secara adil" pungkasnya. [nurholis]

Rating artikel: icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full (3 rates)
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Diskusikan pendapat Anda dan berinteraksi dengan pembaca lain di Komunitas GaulSeruu
Segera bergabung dan manfaatkan seluruh fasilitas yang gaul dan canggih gratis disini

Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
      
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8