Berita Lainnya
Upacara Serah Terima Jenazah Korban Sukhoi Telah Dilaksanakan di Halim
Jakarta, Seruu.com - Pemerintah menyerahkan 45 jenazah korban kecelakaan pesawat komersial Sukhoi Superjet-100 kepada keluarga dalam sebuah upacara di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (23/5/2012) pagi. Selengkapnya
Halim Perdana Kusuma Mulai Dipenuhi Keluarga Korban Shukoi
Jakarta, Seruu.com - Keluarga korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet-100 mulai datang ke Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu (23/5/2012), untuk mengikuti upacara serah terima jenazah. Selengkapnya
Komnas HAM: Freeport, 'Biang Keladi' Konflik Papua
Jakarta, Seruu.com - Tanah Papua yang terus bergolak disebabkan karena adanya perlakuan diskriminatif yang dilakukan oleh pemerintah pusat terhadap masyarakat yang ada di daerah paling timur Indonesia itu.
Hal ini seperti yang dikatakan oleh Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ifdhal Kamil. Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa konflik yang terjadi di Papua sangat kompleks sehingga membutuhkan pendekatan yang serius dari pemerintah.
"Di sana (Papua) sedang terjadi ketidakpuasan terhadap pemerintah dan perusahaan Freeport," kata Ifdhal kepada Seruu.com usai acara usai acara penyerahan Surat Keterangan Status 13 Korban Penghilangan Paksa periode 1997-1998 di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Kamis (03/11/2011).
"Orang Papua merasa diperlakukan tidak adil oleh Jakarta,"lanjutnya.
PT. Freeport menurut Ifdhal adalah salah satu 'biang keladi' dari kisruh yang terjadi di Papua. Dalam hal ini, konflik yang terjadi antara pekerja dengan manajemen Freeport telah memperkeruh suasana di Papua.
"Masalah Freeport yang berkaitan dengan masalah hubungan kerja, antara pekerja lokal dan perusahaan yang menuntut kenaikn upah, dan ada pekerja lain yang menuntut keamanan. Jadi ada masalah hubungan kerja dan masalah keamanan,"paparnya.
Akar konflik tersebut, menurut Ifdhal adalah persoalan ketidakpuasan dan ketidakadilan. Sehingga pemerintah pusat harus menyelesaikan masalah itu secara adil dan objektif.
"Masasalah-masalah inilah yang membuat Papua berkonflik terus, maka itu menurut saya, untuk menyelesaikan masalah ini harus diselesaikan secara adil" pungkasnya. [nurholis]




(3 rates)- 21/05/2012 11:17Tubagus Hasanuddin : Penembakan Papua Dilakukan Serdadu Bayaran
- 16/05/2012 10:09Gempa 6,0 SR Getarkan Papua Nugini
- 14/04/2012 16:04Polda Papua: Tak Ada Korban dalam Penembakan Mobil Pengawal Freeport
- 11/04/2012 07:48Menkopolhukam Akui Peredaran Senjata di Papua Masih Ada
- 10/04/2012 17:17Tjahjo : 30 Kali Penembakan di Papua Belum Satupun Yang Terungkap!
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






