Berita Lainnya
Upacara Serah Terima Jenazah Korban Sukhoi Telah Dilaksanakan di Halim
Jakarta, Seruu.com - Pemerintah menyerahkan 45 jenazah korban kecelakaan pesawat komersial Sukhoi Superjet-100 kepada keluarga dalam sebuah upacara di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (23/5/2012) pagi. Selengkapnya
Halim Perdana Kusuma Mulai Dipenuhi Keluarga Korban Shukoi
Jakarta, Seruu.com - Keluarga korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet-100 mulai datang ke Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu (23/5/2012), untuk mengikuti upacara serah terima jenazah. Selengkapnya
Korupsi Buat Luka Pada Masyarakat dan Kikis Rasa Cinta Tanah Air
Kediri, Seruu.com - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menilai saat ini terjadi penurunan semangat berbangsa, yang mengikisan rasa cinta Tanah Air. "Sekarang ada apa-apa demo, ada aksi bakar-bakaran. Setiap hari ada goncangan, bagaimana orang mau kerja," katanya ditemui dalam kegiatan "halaqah" alim ulama Mukernas PPP di salah satu hotel kabupaten Kediri, Rabu (22/2/2012).
Ia menyayangkan, semakin minimnya rasa cinta Tanah Air. Banyak kasus korupsi yang melibatkan para pejabat, yang tentunya membuat luka pada masyarakat.
"Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, di antaranya membangun ekonomi bangsa. Dengan kondisi geografis yang cukup menjanjikan di antaranya air yang melimpah serta pancaran sinar matahari yang cukup, tentunya harus dikelola dengan lebih baik lagi," katanya.
"Dibanding dengan sebelumnya, Indonesia sudah lebih maju. Namun, dibanding dengan negara lain Indonesia masih ketinggalan, seperti tentang teknologi. Untuk itu, harus ada tujuan yang sama, bersatu dengan niat yang baik," ucapnya pria yang akrab disebut dengan JK ini.
Ia juga menegaskan, untuk mencapai itu, pemerintah harus dengan tegas memperbaiki kondisi ekonomi menjadi lebih baik lagi. Selain itu, hukum juga harus diperbaiki, agar negara ini menjadi negara yang demokratis, sesuai dengan cita-cita.
Hal demikian juga dikatakan oleh Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menilai pemerintah masih belum terlihat serius untuk memperbaiki ekonomi Indonesia. Selama ini, anggaran yang dimiliki sangat besar. Di APBN 2012 ini, pendapatan yang ada mencapai Ro1.425 triliun, naik daripada 2011 yang pendapatannya mencapai Rp1.336 trilun.
"Selama ini, pemerintah belum terlihat membuat proyek `mercusuar`. Bisa dilihat, anggaran lebih dari Rp1.000 triliun, padahal bisa digunakan untuk hal yang produktif bagi kesejahteraan masyarakat," kata Kofifah. [ms]
- 23/05/2012 10:37Upacara Serah Terima Jenazah Korban Sukhoi Telah Dilaksanakan di Halim
- 23/05/2012 10:32Wah, Seorang Pria Bunuh Diri Dengan Lompat di Air Terjun Niagara
- 23/05/2012 10:25IHSG Dibuka Turun 19,48 Poin
- 23/05/2012 09:56Halim Perdana Kusuma Mulai Dipenuhi Keluarga Korban Shukoi
- 23/05/2012 09:36LG kembali Luncurkan Monitor LED
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






