Berita Lainnya
Upacara Serah Terima Jenazah Korban Sukhoi Telah Dilaksanakan di Halim
Jakarta, Seruu.com - Pemerintah menyerahkan 45 jenazah korban kecelakaan pesawat komersial Sukhoi Superjet-100 kepada keluarga dalam sebuah upacara di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (23/5/2012) pagi. Selengkapnya
Halim Perdana Kusuma Mulai Dipenuhi Keluarga Korban Shukoi
Jakarta, Seruu.com - Keluarga korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet-100 mulai datang ke Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu (23/5/2012), untuk mengikuti upacara serah terima jenazah. Selengkapnya
Pemprov Kalteng Resmi Tolak FPI
Pontianak< Seruu.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akhirnya secara resmi menolak keberadaan Front Pembela Islam di wilayahnya. Penolakan itu dituangkan dalam surat yang sudah dikirimkan kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan RI Joko Suyanto, Selasa,(21/2/2012).
Menurut Wakil Gubernur Achmad Diran, surat itu juga sudah ditembuskan ke Presiden RI, Ketua MPR dan DPR RI, Ketua MA, Ketua MK, Menteri Dalam Negeri, Kepala Kepolisian RI, dan lembaga lainnya.
“Poin dalam surat itu antara lain secara tegas menolak dan tidak mengizinkan FPI berdiri di Kalteng. Sebab bertentangan dengan kearifan lokal suku Dayak yang cinta damai,” katanya.
Surat ini dikirimkan menyusul terjadinya sejumlah peristiwa yang melibatkan FPI, seperti insiden di kantor penghubung pemerintah Kalimantan Tengah di Jakarta pada Jumat, 17 Februari 2012. Juga ada beberapa peristiwa lain, termasuk tudingan FPI kepada Gubernur Agustin Teras Narang dan pejabat lainnya.
Diran mengatakan penolakan terhadap keberadaan FPI di Kalimantan Tengah sudah bersifat massal. Jika tidak dikelola dengan baik, pemerintah khawatir akan timbul konflik horizontal.
“Untuk itu, beberapa waktu lalu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), ormas, dan tokoh masyarakat di Kalteng sudah melakukan pertemuan dan menghasilkan sikap resmi, yakni menolak keberadaan FPI di Kalteng,” katanya. Sebab itu, Diran meminta agar pemerintah pusat mengambil sikap tegas dan jelas demi tegaknya wibawa pemerintah dan jaminan rasa aman bagi seluruh rakyat di Indonesia.
Penolakan terhadap FPI pertama kali terjadi pada saat rombongan organisasi itu hendak menuju Palangkaraya pada Sabtu, 11 Februari lalu. Kala itu, ratusan orang yang menamakan dirinya Dewan Adat Dayak mengepung Bandar Udara Tjilik Riwut di Palangkaraya. [ms]
- 23/02/2012 22:21Menghadap Menkopolhukam, 13 Pimpinan Ormas Besar Minta Ormas Islam Anarkis Dibub..
- 21/02/2012 18:53Mendagri Kembali Ancam FPI
- 20/02/2012 15:34Pertanyakan Peristiwa Kalteng, FPI Geruduk Kejagung
- 20/02/2012 11:31Munarman : Demokrat Lebih Pantas Dibubarkan Dibanding FPI
- 19/02/2012 17:58Din Syamsuddin : Ormas Jangan Terjerumus Perilaku Kekerasan
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






