Berita Lainnya
Upacara Serah Terima Jenazah Korban Sukhoi Telah Dilaksanakan di Halim
Jakarta, Seruu.com - Pemerintah menyerahkan 45 jenazah korban kecelakaan pesawat komersial Sukhoi Superjet-100 kepada keluarga dalam sebuah upacara di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (23/5/2012) pagi. Selengkapnya
Halim Perdana Kusuma Mulai Dipenuhi Keluarga Korban Shukoi
Jakarta, Seruu.com - Keluarga korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet-100 mulai datang ke Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu (23/5/2012), untuk mengikuti upacara serah terima jenazah. Selengkapnya
Tagih Janji SBY, Guru Honorer Curhat Hanya Terima Gaji 50 Ribu Per Bulan
Jakarta, Seruu.com - Ratusan guru honorer melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka Jalan Merdeka Utara Jakarta Pusat untuk menuntut pengesahan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Senin. "Wahai SBY mana janjimu!" teriak mereka yang mengenakan batik Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) itu serentak.
Para pengunjuk rasa mengaku datang dari Jakarta, Bandung, Subang, Cilegon, Lampung, Jambi, Palembang, Medan, Bojonegoro, Makassar, dan beberapa daerah lainnya. Perwakilan dari pengurus PGRI juga turut serta dalam aksi ini.
Dalam kesempatan tersebut sejumlah Guru 'curhat mengenai kondisi mereka yang memprihatinkan. Gaji guru honorer ternyata ada yang hanya antara Rp 50 ribu hingga rp200 ribu perbulan. "Gaji saya cuma rp100 ribu," kata Suminto, guru honorer dari Sekolah Dasar Watung Gede, Kediri, Jawa Timur di Depan Istana, Senin (20/2/2012).
Suminto mengaku pernah merasakan gaji sebesar 50 ribu per bulan selama empat tahun (2004-2008). Lalu gajinya naik menjadi 100 ribu. "Apa cukup untuk menghidupkan anak istri," katanya.
Tidak beda jauh, Suhanti yang sudah bekerja selama tiga belas tahun sebagai penjaga di Sekolah Dasar Negeri Tayem 2, Karang Pucung, Cilacap, hanya digaji Rp150 ribu. "Makan saja susah" kata bapak tiga anak itu.
Suminto dan Suhanti merupakan sebagian dari ratusan peserta unjuk rasa di depan Istana Merdeka pada hari Senin. Mereka menuntut pengesahan rancangan peraturan pemerintah tentang pengangkatan guru honorer.
Menurut Sekretaris Jenderal PB PGRI, Sahiri Hermawan, gaji guru honorer tidak layak. Gaji mereka, katanya, bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). "Gaji mereka paling tinggi rp200 ribu. Mereka merasa dikucilkan," katanya.
Dalam orasinya, pengunjuk rasa mengancam akan tetap bertahan hingga PP tentang pengangkatan gaji honorer tersebut disahkan. "Kami adalah PNS, pegawai tanpa status!" teriak salah satu pengunjuk rasa. [ndis]
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






