Seruu Radio   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Games   Bursa   GaulSeruu Hari ini: Rabu, 23 Mei 2012 10:58

Berita Lainnya

Upacara Serah Terima Jenazah Korban Sukhoi Telah Dilaksanakan di Halim
Rabu, 23 Mei 2012 - 10:37

Jakarta, Seruu.com - Pemerintah menyerahkan 45 jenazah korban kecelakaan pesawat komersial Sukhoi Superjet-100 kepada keluarga dalam sebuah upacara di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (23/5/2012) pagi. Selengkapnya

Halim Perdana Kusuma Mulai Dipenuhi Keluarga Korban Shukoi
Rabu, 23 Mei 2012 - 09:56

Jakarta, Seruu.com - Keluarga korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet-100 mulai datang ke Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu (23/5/2012), untuk mengikuti upacara serah terima jenazah. Selengkapnya

Tagih Janji SBY, Guru Honorer Curhat Hanya Terima Gaji 50 Ribu Per Bulan

Senin, 20 Februari 2012 - 12:15 · Topik: demo-guru-honorer
Demo Guru Honorer

Jakarta, Seruu.com - Ratusan guru honorer melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka Jalan Merdeka Utara Jakarta Pusat untuk menuntut pengesahan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Senin. "Wahai SBY mana janjimu!" teriak mereka yang mengenakan batik Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) itu serentak.

Para pengunjuk rasa mengaku datang dari Jakarta, Bandung, Subang, Cilegon, Lampung, Jambi, Palembang, Medan, Bojonegoro, Makassar, dan beberapa daerah lainnya. Perwakilan dari pengurus PGRI juga turut serta dalam aksi ini.

Dalam kesempatan tersebut sejumlah Guru 'curhat mengenai kondisi mereka yang memprihatinkan. Gaji guru honorer ternyata ada yang hanya antara Rp 50 ribu hingga rp200 ribu perbulan. "Gaji saya cuma rp100 ribu," kata Suminto, guru honorer dari Sekolah Dasar Watung Gede, Kediri, Jawa Timur di Depan Istana, Senin (20/2/2012).

Suminto mengaku pernah merasakan gaji sebesar 50 ribu per bulan selama empat tahun (2004-2008). Lalu gajinya naik menjadi 100 ribu.  "Apa cukup untuk menghidupkan anak istri," katanya.

Tidak beda jauh, Suhanti yang sudah bekerja selama tiga belas tahun sebagai penjaga di Sekolah Dasar Negeri Tayem 2, Karang Pucung, Cilacap, hanya digaji Rp150 ribu. "Makan saja susah" kata bapak tiga anak itu.

Suminto dan Suhanti merupakan sebagian dari ratusan peserta unjuk rasa di depan Istana Merdeka pada hari Senin. Mereka menuntut pengesahan rancangan peraturan pemerintah tentang pengangkatan guru honorer.

Menurut Sekretaris Jenderal PB PGRI, Sahiri Hermawan, gaji guru honorer tidak layak. Gaji mereka, katanya, bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).  "Gaji mereka paling tinggi rp200 ribu. Mereka merasa dikucilkan," katanya.

Dalam orasinya, pengunjuk rasa mengancam akan tetap bertahan hingga PP tentang pengangkatan gaji honorer tersebut disahkan. "Kami adalah PNS, pegawai  tanpa status!" teriak salah satu pengunjuk rasa.
[ndis]

Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Diskusikan pendapat Anda dan berinteraksi dengan pembaca lain di Komunitas GaulSeruu
Segera bergabung dan manfaatkan seluruh fasilitas yang gaul dan canggih gratis disini

Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
      
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8