Berita Lainnya
Mengugah Negeri dengan Semangat kebangsaan
Seruu.com - Setiap tanggal 20 Mei, bangsa kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), hari yang menjadi momentum perjuangan seluruh rakyat di kepulauan Nusantara, yang ditandai dengan kelahiran organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Bertepatan dengan hari nasional tersebut Tanggal 20 Mei 1908, menurut sejarah perjalanan bangsa Indonesia, berdiri satu organisasi yang bernama Budi Utomo (Boedi Oetomo), yang dikemudian hari dikenang sebagai hari kebangkitan nasional. Selengkapnya
Partai Demokrat Berterimakasih Pada Hasil Survei
Seruu.com - Sejak terbongkarnya kasus wisma atlet setahun lalu, badai yang mendera Partai Demokrat seolah tak ada habisnya. Sejumlah kadernya telah dicopot dari kepengurusan partai lantaran terlibat korupsi. Terakhir,Anggota DPR RI Angelina Sondakh dicopot dari jabatannya selaku Wakil Sekjen Partai Demokrat itu.
Menurut survei terakhir yang dilansir LSI, kasus korupsi tersebut berimbas pada menurunnya tingkat elektabilitas atau keterpilihan Partai Demokrat. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pun tidak bisa menyembunyikan lagi kegeramannya atas perkembangan partai.
Soal situasi mutakhir di Partai Demokrat dan bagaimana menyikapi hasil survei tersebut, menjadi topik bahasan program Pilar Demokrasi, yang diselenggarakan KBR68H awal pekan lalu . Perbincangan kali ini mengundanga dua narasumber, masing-masing adalah Sunarto Cipto Haryono (Peneliti Senior dari Lingkaran Survei Indonesia,LSI), dan Ramadhan Pohan (Wakil Sekjen Partai Demokrat).
Ramadhan mengakui bahwa Partai Demokrat sedang didera masalah korupsi, namun menurut Ramadhan, masalah korupsi ada pada semua partai. Tidak ada partai yang bebas dari masalah korupsi yang dilakukan kadernya. Hanya karena Partai Demokrat adalah partai pemenang Pemilu 2009, kemudian kader terbaiknya menjadi Presiden, wajar kalau Demokrat menjadi lebih disorot.
Padahal kalau kita lihat dalam kasus cek pelawat (dengan tersangka Nunun Nurbaeti) tak satu pun anggota DPR RI dari Demokrat yang terkena. Ramadhan melanjutkan, yang membedakan satu partai dengan partai lainnya, adalah bagaimana mengatasi persoalan. Di Partai Demokrat, ada yang namanya Dewan Kehormatan dan Komisi Pengawas, secara internal, kader-kader yang melakukan pelanggaran hukum, moral dan aturan organisasi akan diproses dua institusi partai tersebut.
Sunarto menjelaskan, sesuai survei LSI, ditemukan kecenderungan elektabilitas Partai Demokrat terus menerus menurun. Dan survei terakhir periode Januari - Februari 2012, untuk pertama kalinya Partai Demokrat menempati peringkat ketiga, padahal sejak survei pada Januari 2011 selalu menduduki peringkat pertama.
Masih berdasar hasil survei, dua faktor yang memberikan pengaruh adalah, kasus wisma atlet dan persepsi terhadap kinerja SBY sebagai Presiden. Kinerja SBY sebagai Presiden dari survei ke survei dipersepsikan terus menurun, dan terakhir menempati angka di bawah 50 persen, artinya sudah “lampu kuning” bagi Demokrat.
Ramadhan justru berterima kasih terhadap survei-survei tersebut, apa pun kesimpulannya, bahwa hasil survei telah memberikan sinyal bagi partai. Terlebih sinyal bahaya, bisa memberi petunjuk untuk mengenali persoalannya, dan segera mencari solusinya.
Bahkan untuk survei yang hasilnya positif pun kita tetap hati-hati, tidak membuat lengah, bisa jadi survei tersebut belum tentu benar seluruhnya. Menurut Ramadhan, hasil survei sudah dijawab oleh SBY selaku Ketua Dewan Pembina, bersama Dewan Kehormatan, dengan mengambil langkah tegas berupa pemberhentian secara otomatis siapa pun yang menjadi tersangka.
Sunarto sedikit mengklarifikasi soal metode survei, mengingat untuk isu yang sama, beberapa lembaga survei, bisa menghasilkan kesimpulan yang berbeda. Dengan mengutip pemberitaan Kompas baru-baru ini, Sunarto menyebutkan ada tiga lembaga survei besar, yang reputasinya diakui, berdasar survei mereka, popularitas dan elektabilitas Partai Demokrat memang terus merosot.
Sunarto berpandangan, hasil seperti itu bisa dikembalikan ke masyarakat, karena orang bisa menilai hasil sebuah survei, termasuk untuk survei yang menunjukkan kecenderungan positif bagi Partai Demokrat.[KBR68H]
- 21/05/2012 15:59Istana : SBY Tidak Pernah Usulkan Ani Jadi Capres
- 18/05/2012 18:52Anas Ajukan Angka 15 Persen Untuk Syarat Capres 2014
- 18/05/2012 15:39Anas : Belum Ada Capres Dari Demokrat
- 16/05/2012 20:05Anas : Banyak Capres Muncul Tapi Belum Tentu Didukung Partainya
- 16/05/2012 15:30Ruhut: Siapapun yang Mau Jadi Presiden Harus Ngaca, Termasuk Anas
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






