Berita Lainnya
Mengugah Negeri dengan Semangat kebangsaan
Seruu.com - Setiap tanggal 20 Mei, bangsa kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), hari yang menjadi momentum perjuangan seluruh rakyat di kepulauan Nusantara, yang ditandai dengan kelahiran organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Bertepatan dengan hari nasional tersebut Tanggal 20 Mei 1908, menurut sejarah perjalanan bangsa Indonesia, berdiri satu organisasi yang bernama Budi Utomo (Boedi Oetomo), yang dikemudian hari dikenang sebagai hari kebangkitan nasional. Selengkapnya
'Tahun Kesedihan' Bagi Perempuan Indonesia
Seruu.com - Dipertontonkannya saksi sekaligus tersangka Angelina Sondakh di media televisi seolah-olah menjadi puncak “tahun kesedihan” bagi perempuan Indonesia dengan makin maraknya segelintir perempuan Indonesia yang terlibat pada dugaan skandal korupsi.
Sebelum Anggelina Sondakh sederet nama perempuan Indonesia disebut-sebut seperti: Harini Wijoso (Kasus Pengacara Probosutedjo,), Artalita Suryani (Kasus Jaksa Suap Urip Trigunawan), Imas Dian Sari (Kasus Hakim Adh Hoc-Penerimaan suap terkait sengketa industrial PT Onamba Indonesi), NI Luh Marianti Tirtasari (Kasus Cek Pelawat), Miranda Gultom, (Tersangka Kasus Cek Pelawat), Nunun Nurbaety (Tersangka Cek Pelawat), Wa Ode ( Tersangka Kasus Banggar), Mindo Rosalina Manulang (Tersangka kasus Wisma Atlet).
Korupsi diyakini bak penyakit kanker yang merupakan pertumbuhan sel yang tak terkendali merusak jaringan setempat dan menjalar ke tempat yang lain. Penyakit menular itu kini telah mengincar kaum perempuan Indonesia. Tidak sampai disitu saja,para perempuan yang terlibat skandal korupsi mempunyi peranan kunci dalam praktik korupsi.
Skandal korupsi yang menimpa perempuan Indonesia di atas menjadi keperihatinan bagi kalangan penggerak dan pejuang hak-hak kesataraan perempuan (responsive gender) dari bias gender yang ada selama ini telah ternodai oleh segelintir perempuan Indonesia yang tergoda dan terlibat pada skandal korupsi besar.
Ibarat pepatah mengatakan,”karena nila setitik, rusak susu sebelanga”. Tidak saja citra perempuan yang rusak, dikhawatirkan skandal perempuan korupsi ini bisa menjadi pintu masuk menjangkiti kaum perempuan Indonesia lainnya. Sebab pada faktanya, pelaku maupun tersangka cenderung selalu ada hampir disetiap tahunnya.
Tidak saja pada tataran nasioanl, skandal korupsi juga menjangkiti pada tingkat daerah seiring dengan adanya pemerintahan otonomi daerah.“Kasus-kasus korupsi di daerah juga melibatkan perempuan. Mantan Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari, misalnya, menjadi tersangka korupsi pembebasan lahan senilai Rp 19 miliar. Lalu, Kabid Usaha Tani Dinas Perkebunan Jatim Rini Sukriswati menjadi buron dalam kasus korupsi petani tebu Rp 28 miliar. (http://nasional.kompas.com/read/2011/07/29/02505845/Perempuan.dan.Korupsi).
Mencermati fenomena skandal korupsi perempuan Indonesia tersebut dipandang perlu untuk mereposisikan penguatan nilai-nilai perempuan Indonesia dalam rangka mengembalikan citra dan kapabilitas perempuan Indonesia dalam memimpin diruang publik
Oleh karena itu perempuan Indonsia harus diselamatkan dan dibebaskan dari pengaruh praktik-praktik korupsi. Seyogyanya perempuan Indonesia mampu menjadi suri tauladan bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negarannya. [Riana Hariesti/Wakil Ketua Bidang Sarinah GMNI Pekan Baru]




(1 rates)
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






