Seruu Radio   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Games   Bursa   GaulSeruu Hari ini: Rabu, 23 Mei 2012 11:12

Berita Lainnya

Ray Rangkuti : Capres Pelanggar HAM Masuk Kategori Politisi Busuk!
Selasa, 22 Mei 2012 - 22:56

Jakarta, Seruu.com - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan istilah politisi busuk mulai mengapung kepermukaan semenjak Pemilu tahun 2004 yang ditujukan kepada para calon anggota DPR dan DPRD. Menurutnya, indikasi yang dijadikan seseorang itu politisi busuk setidaknya ada empat hal. Selengkapnya

Wiranto Umumkan Siap Jadi Capres dari Hanura 2014
Selasa, 22 Mei 2012 - 16:46

Jakarta, Seruu.com - Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto menyatakan bahwa dirinya akan siap maju menjadi Calon Presiden dari partainya pada Pemilu 2014 nanti. Selengkapnya

Gara-Gara SBY, Anggota DPR Dilarang Masuk Lewat Pintu Depan

Senin, 20 Februari 2012 - 14:23
Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari

Jakarta, Seruu.com - Kedatangan Presiden SBY dan Wapres Boediono berdampak pada anggota DPR. Wakil rakyat ditolak mentah-mentah masuk gerbang utama yang biasa dipakai untuk memasuki komplek parlemen.

"Keluar tol, seperti biasa kita merapat ke gerbang depan. Tapi pengamanan ketat oleh polisi dan beberapa pamdal. Gerbang ditutup, polisinya nyemprit dilarang belok padahal mobilku sudah ada logo DPR. Ya sudah kita memutar," ujar anggota Komisi III DPR, Eva Kusumah Sundari, kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/2).

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, andai saja ada info sebelumnya tentang kedatangan Presiden dan Wapres, dirinya akan memilih jalan alternatif menuju kantor di Senayan. Dia yakin hari ini banyak anggota DPR lain yang merasa dipersulit untuk masuk ke kantor sendiri.

"Gimana protokol persisnya? Apa demi keamanan presiden sehingga anggota DPR diblok aksesnya agar mengalah ke tamu?" gugatnya.

Jika melihat praktik di Kongres AS, wilayah parlemen adalah sepenuhnya otoritas parlemen, sehingga protokolnya ikut parlemen. Saking berwibawanya, tidak ada foto presiden di parlemen, yang ada adalah foto pimpinan parlemen.

"Parlemen perlu menata ulang protokol yang mendukung kewibawaan parlemen. Ambil contoh yang bagus dari AS soal kewibawaan parlemen, bukan malah jadi subordinat AS dalam mengembangkan demokrasi dalam negeri dengan penuh anomali," tutup Eva.(cesare)

Rating artikel: icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full (2 rates)
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Diskusikan pendapat Anda dan berinteraksi dengan pembaca lain di Komunitas GaulSeruu
Segera bergabung dan manfaatkan seluruh fasilitas yang gaul dan canggih gratis disini

Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
      
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8