Seruu Radio   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Games   Bursa   GaulSeruu Hari ini: Rabu, 23 Mei 2012 11:21

Berita Lainnya

Ray Rangkuti : Capres Pelanggar HAM Masuk Kategori Politisi Busuk!
Selasa, 22 Mei 2012 - 22:56

Jakarta, Seruu.com - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan istilah politisi busuk mulai mengapung kepermukaan semenjak Pemilu tahun 2004 yang ditujukan kepada para calon anggota DPR dan DPRD. Menurutnya, indikasi yang dijadikan seseorang itu politisi busuk setidaknya ada empat hal. Selengkapnya

Wiranto Umumkan Siap Jadi Capres dari Hanura 2014
Selasa, 22 Mei 2012 - 16:46

Jakarta, Seruu.com - Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto menyatakan bahwa dirinya akan siap maju menjadi Calon Presiden dari partainya pada Pemilu 2014 nanti. Selengkapnya

Mustar Bona Ventura : Perilaku Biadab dan Korup Polisi Serta Anggota DPR Lebih Menjijikan Dari Tinja Yang Dilempar Mahasiswa

Jumat, 11 November 2011 - 14:58 · Topik: aksi-tinja-untuk-aparat
Jadi sebelum bicara tentang intelektualitas mahasiswa yang melempar Tinja lebih baik anda mengomentari apakah prilaku bejat perselingkuhan dan kejahatan korupsi yang marak terjadi di DPR adalah sikap kaum terdidik atau sikap binatang buas,"

Jakarta, Seruu.com - Aksi pelemparan tinja yang dilakukan oleh mahasiswa dinilai lebih beradab dan lebih pantas dibandingkan korupsi terstruktur dan masif serta kebiadaban yang dilakukan oleh aparat kepolisian serta kalangan DPR RI secara personal maupun institusi. Hal tersebut disampaikan oleh Mustar Bona Ventura, salah sorang mantan aktivis 98 yang kini aktif di Bendera.

Hal tersebut diungkapkan oleh Mustar menanggapi pernyataan Kepala Pusat Penerangan Polri dan Ketua DPR RI yang mengecam aksi lempar Tinja sebagai sebuah tindakan yang tidak pantas. Mustar menilai bahwa semestinya mereka (Polri dan DPR) yang menyampaikan hal tersebut melakukan introspeksi diri terhadap institusi masing masing yang jelas-jelas hidup dari pajak Rakyat.

"Bagi kami tindakan yang tidak pantas adalah tindakan yang secara sengaja dan sadar menjadikan institusi Polri menjadi centeng investor sebagaimana kasus uang keamanan yang di bayarkan PT Freeport ke Polri. Polri secara konstitusional adalah pelindung Rakyat bukan pelindung perusahaan asing," ujar Mustar dalam pernyataan persnya, Jumat (11/11/2011).

Ia juga mencontohkan sejumlah tindakan yang biadab dan tidak pantas dilakukan oleh aparat kepolisian secara institusi maupun personal. Menurutnya rekening gendut petinggi Polri dan penembakan sejumlah warga sipil dalam berbagai aksi demonstrasi rakyat dan mahasiswa membuktikan bahwa mereka lebih biadab.

"Perbuatan yang tidak pantas juga adalah perbuatan memperkaya diri para Jenderal petinggi polri yang memiliki rekening gendut sementara kehidupan anak buahnya sangat jauh dari layak. Perbuatan yang tidak pantas terjadi dalam banyak kasus penembakan terhadap Rakyat seperti yang terjadi di Jambi, Buol, Papua, Tiaka dan berbagai tempat lain," terang Mustar.

Mustar juga mengkritisi pernyataan Ketua DPR RI Marzuki Alie yang mengecam aksi mahasiswa sebagai tindakan yang tidak intelektual. Bagi Mustar justru Korupsi dan kebejatan moral sejumlah anggota dewanlah yang tidak pantas dan tidak intelektual.

"Jadi sebelum bicara tentang intelektualitas mahasiswa yang melempar Tinja lebih baik anda mengomentari apakah prilaku bejat perselingkuhan dan kejahatan korupsi yang marak terjadi di DPR adalah sikap kaum terdidik atau sikap binatang buas," tegas Mustar.

Ia juga menyarankan agar Ketua DPR, lebih dulu memperbaiki kinerja DPR dan moralitas anggotanya yang akrab dengan beragam isu negatif mulai dari skandal seks hingga beragam bentuk korupsi bahkan kasus-kasus penggunaan Narkoba yang menimpa anggota dewan di beragam tingkat. 

"Bagaimanapun juga menjijikan nya Tinja, tetap lebih menjijikan prilaku prilaku tercela tersebut di atas yang dilakukan oleh mereka yang seluruh hidupnya di bayar oleh Rakyat," ujarnya.

Sejauh ini, lanjut Mustar, apa yang dilakukan mahasiswa dengan tinja sebagai sarana protes sudah sangat pantas jika di bandingkan dengan betapa hancur dan bobroknya para pejabat negara di semua bidang seperti yang terjadi saat ini.

"Pelemparan Tinja adalah sebuah kritik simbolisasi yang sangat tepat untuk di sampaikan sebagai pembelajaran bagi pemerintahaan yang tidak berpihak pada Rakyat," pungkasnya. (Priambodo)

Rating artikel: icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full (3 rates)
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Diskusikan pendapat Anda dan berinteraksi dengan pembaca lain di Komunitas GaulSeruu
Segera bergabung dan manfaatkan seluruh fasilitas yang gaul dan canggih gratis disini

Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
      
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8