Berita Lainnya
Ray Rangkuti : Capres Pelanggar HAM Masuk Kategori Politisi Busuk!
Jakarta, Seruu.com - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan istilah politisi busuk mulai mengapung kepermukaan semenjak Pemilu tahun 2004 yang ditujukan kepada para calon anggota DPR dan DPRD. Menurutnya, indikasi yang dijadikan seseorang itu politisi busuk setidaknya ada empat hal. Selengkapnya
Wiranto Umumkan Siap Jadi Capres dari Hanura 2014
Jakarta, Seruu.com - Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto menyatakan bahwa dirinya akan siap maju menjadi Calon Presiden dari partainya pada Pemilu 2014 nanti. Selengkapnya
Pengamat : Angie Jadi Bola Liar Demokrat
Jakarta, Seruu.com - Pengamat Charta Politika, Yunarto Wijaya, mengatakan, tersangka kasus Wisma Atlet Angelina Sondakh (Angie), menjadi bola liar bagi Partai Demokrat. "Angie itu bola liar bagi Demokrat, ia bisa mengkaitkan nama-nama lain di Demokrat, dan menjadi bola liar partai manapun," katanya di Jakarta, Kamis (23/2/2012).
Menurut dia, saat ini masalah Angie tidak lagi hanya menjadi masalah hukum namun juga telah menyangkut politik Partai Demokrat. Keberadaan Angie di partai maupun DPR tentu akan menjadi beban keduanya.
Untuk itu, mengulur-ulur pemecatan Angie oleh DPP Partai Demokrat bukan tindakan yang tepat. "Demokrat harus konsisten dengan aturan yang telah dibuatnya, menjadi tersangka harus dipecat, dan ini seharusnya dilakukan dengan cepat," katanya.
Menurut dia, dengan mengulur-ulur pemecatan, masyarakat akan semakin bertanya-tanya ada apa di balik Wisma Atlet dan Demokrat. Hal itu akan membuat antipati terhadap partai.
Ia menambahkan, Partai Demokrat juga sebaiknya secara cepat mengganti Angie di DPR. "Karena jelas ini juga mengganggu kinerja di DPR," katanya. Apalagi menurut dia, ini juga akan mempertaruhkan nama lembaga tinggi negara tersebut. "DPR juga akan kena getahnya," katanya.
Pengamat Politik The Habibie Center Indria Samego mengatakan, kasus itu tidak hanya memengaruhi citra Partai Demokrat, namun juga pandangan masyarakat terhadap pengadilan dan pemerintah. "Apakah kemudian, pengadilan mampu menegakkan kebenaran, berani meski berhadapan dengan partai penguasa, dan apakah pemerintah juga berani untuk membasmi korupsi," katanya.
Menurut dia, kasus ini akan menjadi pertaruhan tidak hanya bagi Partai Demokrat, namun juga bagi lembaga penegak hukum dan pemerintah. [ms]
- 23/05/2012 10:40KPK Kembali Periksa Nazaruddin Untuk Kasus Angelina Sondakh
- 22/05/2012 15:59KPK Periksa Gerhana Sianipar, Terkait Kasus Angelina Sondakh
- 21/05/2012 15:26Ayah : Angie Banyak Keluhan, Saya Berharap Hak Dasarnya Bisa Dipenuhi
- 21/05/2012 12:45Angie Masih Gajian Dari DPR, BK Baru Bertindak Jika Sudah Menjadi Terdakwa
- 16/05/2012 14:10Ketua PPATK Bungkam Soal Aliran Dana ke Angelina Sondakh
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






