Seruu Radio   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Games   Bursa   GaulSeruu Hari ini: Rabu, 23 Mei 2012 11:24

Berita Lainnya

Ray Rangkuti : Capres Pelanggar HAM Masuk Kategori Politisi Busuk!
Selasa, 22 Mei 2012 - 22:56

Jakarta, Seruu.com - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan istilah politisi busuk mulai mengapung kepermukaan semenjak Pemilu tahun 2004 yang ditujukan kepada para calon anggota DPR dan DPRD. Menurutnya, indikasi yang dijadikan seseorang itu politisi busuk setidaknya ada empat hal. Selengkapnya

Wiranto Umumkan Siap Jadi Capres dari Hanura 2014
Selasa, 22 Mei 2012 - 16:46

Jakarta, Seruu.com - Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto menyatakan bahwa dirinya akan siap maju menjadi Calon Presiden dari partainya pada Pemilu 2014 nanti. Selengkapnya

Rakyat Papua Minta Indonesia Akui Kedaulatan Bangsa Papua

Selasa, 1 November 2011 - 21:59 · Topik: papua

Jakarta, Seruu.com - Solidaritas Kemanusiaan Untuk Bangsa Papua mengecam tindakan represif aparat kemanan terkait pembubaran paksa Kongres Rakyat Papua III yang memakan enam korban jiwa.

Bahkan, dalam pernyataan sikap yang dibacakan hari ini, Selasa (01/11/2011) di Kantor Kontras, Jakarta, menyebutkan bahwa deklarasi bangsa Papua pada Kongres Rakyat Papua  III adalah sah dan tidak dapat diganggu gugat.

"Bangsa Indonesia harus mengakui kedaulatan bangsa Papua" kata ketua Solideritas Kemanusiaan Untuk Bangsa Papua, Frans Tomoki kepada Seruu.com.

"Presiden Republik Indonesia segera menyelesaikan persoalan Papua dengan cara yang bermartabat" lanjut pernyataan tertulis tersebut.

Selain itu, mereka juga mendesak kepada aparat kepolisian agar membebaskan pemimpin bangsa Papua, Forkorus Yaboisembt, Pdt.Edison Waromi dan enam orang lainnya yang ditahan pasca pembubaran kongres rakyat Papua.

"Pemerintah RI segera membuka diri mengakui jati diri bangsa Papua" beber pernyataan sikap itu.
Selain itu, mereka juga meminta pelaku pembunuhan dan penyiksaan agar ditindak tegas karena melanggar hak asasi manusia.

"Persoalan Papua bukan persoalan nasional (Indonesia-Papua) melainkan persoalan internasional" paparnya.

"Pemerintah pusat segera menarik pasukan organik dan non organik dari tanah Papua"

Mereka juga menyatakan agar komunitas internasional mendesak kepada presiden Republik Indonesia untuk membuka ruang dialog persoalan Papua.

"Bebaskan tahanan politik di seluruh tanah Papua tanpa syarat" tanda pernyataan tersebut. (Nurholis)

Rating artikel: icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full (3 rates)
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Diskusikan pendapat Anda dan berinteraksi dengan pembaca lain di Komunitas GaulSeruu
Segera bergabung dan manfaatkan seluruh fasilitas yang gaul dan canggih gratis disini

Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
      
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8