Berita Lainnya
Ray Rangkuti : Capres Pelanggar HAM Masuk Kategori Politisi Busuk!
Jakarta, Seruu.com - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan istilah politisi busuk mulai mengapung kepermukaan semenjak Pemilu tahun 2004 yang ditujukan kepada para calon anggota DPR dan DPRD. Menurutnya, indikasi yang dijadikan seseorang itu politisi busuk setidaknya ada empat hal. Selengkapnya
Wiranto Umumkan Siap Jadi Capres dari Hanura 2014
Jakarta, Seruu.com - Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto menyatakan bahwa dirinya akan siap maju menjadi Calon Presiden dari partainya pada Pemilu 2014 nanti. Selengkapnya
Rakyat Papua: NKRI Gagal, Kami Minta Merdeka
Jakarta, Seruu.com - Gejolak politik yang terjadi di Papua disebabkan oleh adanya kepentingan ekonomi antara pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat.
Bentuk kepentingan ini bisa dilihat dari bercokolnya perusahaan tambang rakasasa, PT. Freeport, yang menurut masyarakat Papua menjadi sumber ketidakadilan bagi masyarakat wilayah paling timur Indonesia itu.
Hal ini seperti yang dikatakan oleh Ketua Solidaritas Kemanusiaan Bangsa Papua, Frans Tomoki saat melakukan konfrensi pers di kantor Kontras, Jakarta, Selasa, (01/11/2011).
Dikatakan Frans, pemerintah Indonesia telah melakukan kompromi politik dengan Amerika untuk menancapkan kepentingannya di tanah Papua. Untuk itu, menurut Frans, tidak salah apabila masyarakat Papua mendeklarasikan kemerdekaannya dalam Kongres Rakyat Papua III.
"Ya, tidak salah bagi rakyat papua mengatakan kemerdekaan mereka melalui kongres Papua III karena kita punya hak untuk menentukan nasib sendiri" kata Frans kepada Seruu.com.
Selain itu, Frans juga menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah gagal dalam mensejahterakan rakyat Papua.
"Bagi rakyat Papua itu sudah jelas, bahwa NKRI itu gagal, Rakyat Papua ingin kemerdekaan, tidak ada negosiasi," tegasnya.
Bahkan, Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera), lanjut Frans yang akhirnya menghasilkan keputusan bahwa Papua Barat masuk ke wilayah NKRI telah dimanipulasi secara sistematis.
"Banyak rakyat Papua yang tidak memilih dalam Pepera itu sendiri. Sehingga itu disebut oleh rakyat Papua sebuah manipulasi, nah peristiwa itu menurut orang Papua, mengakibatkan mereka tidak punya hak untuk menentukan nasib sendiri," tandasnya. [nurholis]




(4 rates)- 21/05/2012 11:17Tubagus Hasanuddin : Penembakan Papua Dilakukan Serdadu Bayaran
- 16/05/2012 10:09Gempa 6,0 SR Getarkan Papua Nugini
- 14/04/2012 16:04Polda Papua: Tak Ada Korban dalam Penembakan Mobil Pengawal Freeport
- 11/04/2012 07:48Menkopolhukam Akui Peredaran Senjata di Papua Masih Ada
- 10/04/2012 17:17Tjahjo : 30 Kali Penembakan di Papua Belum Satupun Yang Terungkap!
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






