Berita Lainnya
Ray Rangkuti : Capres Pelanggar HAM Masuk Kategori Politisi Busuk!
Jakarta, Seruu.com - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan istilah politisi busuk mulai mengapung kepermukaan semenjak Pemilu tahun 2004 yang ditujukan kepada para calon anggota DPR dan DPRD. Menurutnya, indikasi yang dijadikan seseorang itu politisi busuk setidaknya ada empat hal. Selengkapnya
Wiranto Umumkan Siap Jadi Capres dari Hanura 2014
Jakarta, Seruu.com - Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto menyatakan bahwa dirinya akan siap maju menjadi Calon Presiden dari partainya pada Pemilu 2014 nanti. Selengkapnya
SBY Sedang Negoisasi Untuk Langgengkan Kekuasaan!
Jakarta, Seruu.com - Pertemuan yang digelar oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan 5 pimpinan Lembaga Tinggi Negara di DPR RI pagi ini membuktikan kepanikan SBY dan upaya negoisasi sang Presiden untuk melanggengkan kekuasaannya hingga 2014.
Dalam pernyataan persnya, Adian Napitupulu SH pendiri organisasi mahasiswa Forum Kota (Forkot) mengutarakan sejumlah alasan dan analisa yang mendasari penilaiannya.
" Ada 5 analisa yg mendasari pertemuan yang tidak biasa itu, yaitu pertama, menajamnya kisruh aneka korupsi di tubuh Partai Demokrat, kedua, konflik di internal eksekutif tentang rencana mundurnya Boediono dan 4 menteri, ketiga, niat KPK untuk membongkar Mega Korupsi Century. Ke empat adanya pertemuan ratusan kampus seluruh Indonesia yg akan disusul rencana aksi Mahasiwa besar-besaran di bulan Maret dengan di dukung berbagai elemen masyarakat, serta kelima, terkait isu adanya 5000 pasukan AS di Australia yang konon dipersiapkan untuk menyelamatkan warga AS karena adanya kemungkinan situasi genting di Indonesia dlm waktu dekat," papar Adian.
Menurut Adian kelima hal itu membuat SBY sangat khawatir dan coba bernegosiasi dengan lembaga tinggi negara agar dirinya diberi kesempatan hingga 2014. "Dalam kasus ini orang-orang dekat SBY menyadari bahwa mereka sudah tidak mampu lagi melindungi SBY sehingga harus SBY sendirilah yang bernegosiasi dengan lembaga-lembaga tinggi negara lainnya," tandasnya.
Lebih lanjut, Adian melihat bahwa secara psikologis politik, pertemuan SBY dengan lembaga-lembaga tinggi negara hari ini menunjukan SBY sudah tidak percaya diri lagi. "Mungkin karena SBY sudah menyadari bahwa ia telah ditinggalkan orang-orang sekelilingnya dan sudah tidak lagi mempercayai orang-orang disekelilingnya. Ini adalah psikologi pemimpin yang dihantui kepanikan dan kebingungan yang umumnya menjadi awal dari langkah-langkah kalap yang menjadi trigger kejatuhannya," terang Adian dengan yakin.
Terkait dengan hasil pertemuan Adian sendiri memprediksikan bahwa hal tersebut hanyalah langkah mubazir dan percuma, karena SBY akan tetap dijatuhkan dengan atau tanpa melalui mekanisme konstitusional.
"Sebenarnya pertemuan hari ini merupakan negosiasi politik yang mubazir karena tidak akan merubah apa-apa selain berupaya menyebarkan ilusi pemilu pada para politisi dengan harapan politisi itu sanggup meredam gejolak politik yang bisa berujung pada penjatuhan SBY. Padahal yang ingin SBY jatuh bukan cuma politisi, tapi rakyat yang tidak pernah diperhitungkan kekuatannya oleh pemerintahan SBY dan selalu menjadi pihak yang dikorbankan sepanjang pemerintahannya," pungkas Adian. [musashi]
- 18/05/2012 13:57Jatuhkan Presiden Tidak Bisa Hanya Dengan Alasan Politik Tetapi Juga Hukum
- 14/05/2012 21:59Muzani : Koalisi Pemerintahan SBY-Boediono Tidak Punya Orientasi Apapun
- 09/05/2012 12:20Sepanjang Kabinet SBY 1 Menteri Mundur, 2 Sakit Keras dan 2 Meninggal Dunia
- 05/05/2012 11:58AP Batubara : Jangan-Jangan SBY Tidak Bayar Pajak!
- 24/04/2012 21:00Din Syamsuddin : Kemiskinan Pangkal Konflik Sosial di Negeri Ini
Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8






